Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Phapros (PEHA) Optimis Kinerja Keuangan Tumbuh Dua Digit

Direktur Utama Phapros Hadi Kardoko mengatakan perseroan masih menargetkan pertumbuhan pendapatan hingga dua digit bahkan hingga tahun 2021 bercermin dari strategi perusahaan yang dijalankan semasa pandemi.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 09 September 2020  |  13:01 WIB
Direktur Utama Phapros Hadi Kardoko dalam paparan publik virtual, Selasa (28/7/2020).  - Ria Theresia Situmorang
Direktur Utama Phapros Hadi Kardoko dalam paparan publik virtual, Selasa (28/7/2020). - Ria Theresia Situmorang

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten farmasi PT Phapros Tbk. (PEHA) berharap masih bisa mencapai pertumbuhan kinerja keuangan hingga dua digit hingga akhir tahun 2020.

Direktur Utama Phapros Hadi Kardoko mengatakan perseroan masih menargetkan pertumbuhan pendapatan hingga dua digit bahkan hingga tahun 2021 bercermin dari strategi perusahaan yang dijalankan semasa pandemi.

“Kita menargetkan pertumbuhan double digit didukung oleh strategi yang dikembangkan perusahaan yaitu adaptasi, inovasi, digitalisasi, dan kolaborasi,” ungkapnya dalam sesi kunjungan media virtual bersama Bisnis Indonesia pada Rabu (9/9/2020).

Hadi mengatakan bahwa penjualan segmen multivitamin dengan produk Becefort mencatatkan pertumbuhan yang signifikan pada periode semester pertama tahun ini. Peningkatan ini setidaknya bisa menutupi sebagian penjualan dari segmen obat resep.

“Namun penjualan segmen ethical, setidaknya untuk kuartal ketiga ini sudah perlahan menunjukkan perbaikan meski tidak sebesar periode sebelum (pandemi),” sambungnya.

Untuk diketahui, anak usaha PT Kimia Farma Tbk. (KAEF) itu mencatatkan penurunan penjualan 17,78 persen secara tahunan menjadi Rp453,92 miliar pada semester pertama tahun ini.

Dari situ, laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga tergerus 43,71 persen secara tahunan menjadi Rp26,88 miliar.

Penurunan pendapatan tidak dapat diimbangi dengan upaya efisiensi tercermin dari beban pokok penjualan yang hanya menurun 18,44 persen menjadi Rp208,58 miliar.

Berdasarkan segmentasi, penjualan obat over the counter (OTC), obat generik bermerek dan ethical kompak mengalami penurunan yang mayoritas disebabkan oleh penurunan jumlah kunjungan pasien ke rumah sakit.

Hadi juga menuturkan Phapros akan menggenjot penjualan ekspor yang saat ini masih berkontribusi 10 persen dari total penjualan perseroan dengan terus menjalin hubungan dengan distributor dari negara terkait. Adapun, fokus negara tujuan ekspor perseroan saat ini di antaranya Asia Tenggara dan Afrika.

Dalam beberapa tahun ke depan, perseroan juga akan berfokus pada pengembangan bisnis organik, melalui pengembangan produk obat atau alkes yang merupakan hasil kerjasama tim riset dan pengembangan serta lembaga penelitian dalam hal pengobatan penyakit jantung, diabetes, ortopedi, dan saluran pernapasan.

Produsen Antimo tersebut juga akan mengembangkan OMAI (obat modern asli Indonesia) dimana perseroan sudah memiliki 2 fitofarmaka.

Perseroan juga berkomitmen untuk mengamankan persediaan bahan baku obat yang diakui mayoritas masih diimpor dengan memberlakukan kontrak jangka panjang dengan supplier dalam beberapa kali pengiriman.

Di sisi lain, Phapros juga mengurangi risiko fluktuasi nilai tukar rupiah dengan memberlakukan lindung nilai atau natural hedging.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN Kinerja Emiten emiten farmasi pt phapros tbk
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top