Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penawaran Masuk Lelang SUN Masih Sulit Tembus Rp100 Triliun

Minat investor untuk lelang SUN masih cukup baik. Kendati demikian, sulit untuk mencapai rekor beberapa waktu lalu.
M. Nurhadi Pratomo & Dwi Nicken Tari
M. Nurhadi Pratomo & Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 07 September 2020  |  17:56 WIB
Karyawan mencari informasi tentang obligasi di Jakarta, Rabu (17/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
Karyawan mencari informasi tentang obligasi di Jakarta, Rabu (17/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — Penawaran masuk dalam lelang surat utang negara pada Selasa (8/9/2020) masih sulit untuk menembus angka Rp100 triliun. Kondisi pasar sekunder masih tertekan sejak pekan lalu yang tecermin dari kenaikan imbal hasil.

Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Ramdhan Ario Maruto memproyeksikan minat investor untuk lelang SUN masih cukup baik. Kendati demikian, pihaknya meyakini sulit untuk mencapai rekor beberapa waktu lalu.

“Tapi paling tidak masih akan masuk Rp50 triliun—Rp60 triliun,” jelasnya kepada Bisnis, Senin (7/9/2020).

Ramdhan mengatakan kasus positif Covid-19 yang naik beberapa hari terakhir membuat kekhawatiran investor. Selain itu, potensi Indonesia memasuki tahap krisis karena pertumbuhan ekonomi yang masih akan negatif meningkatkan kehati-hatian pelaku pasar.

Kendati demikian, dia menyebut likuiditas investor domestik, khususnya perbankan, masih cukup baik. Apalagi, instrumen SUN menurutnya menjadi salah satu yang menarik dan aman.

 “Terbukti dengan penguatan yield yang relatif cepat setelah banyaknya asing keluar dari pasar kita. Sampai sekarang, investor asing masih menahan diri untuk masuk kembali ke pasar SUN,” paparnya.

Ramdhan menambahkan aturan yang membuka peluang perbankan masuk lebih banyak di pasar SUN dan kehadiran Bank Indonesia di pasar primer dan sekunder membuat instrumen itu bertahan. Peluang penurunan suku bunga acuan membuat surat berharga negara menjadi salah satu instrumen menarik.

Sementara itu, ekonom  PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Fikri C. Permana memprediksi lelang SUN masih akan ramai. Permintaan menurutnya masih berasal dari investor domestik yang akan memanfaatkan kenaikan yield dalam dua pekan terakhir.

“Saya harap jumlah penawaran masih akan berada di angka Rp75 triliun atau lebih,” jelasnya kepada Bisnis, Senin (7/9/2020).

Fikri menjelaskan bahwa ada beberapa faktor positif yang akan berpengaruh terhadap penawaran masuk dalam lelang SUN. Salah satunya kenikan imbal hasil SUN dalam sepekan terakhir.

Selain itu, lanjut dia, cadangan devisa Indonesia yang mencapai rekor tertinggi sepanjang masa pada akhir Agustus 2020 akan menjadi katalis positif. Perkembangan vaksin Covid-19 yang cukup memuaskan juga menjadi sentimen positif.

Kendati demikian, Fikri mengatakan ada beberapa faktor negatif yang akan mewarnai lelang SUN. Sentimen itu yakni kecenderungan rupiah yang masih tertekan seiring Purchasing Manager Index Amerika Serita dan sebagian besar negara maju lain yang meningkat lebih baik dibandingkan dengan perkiraan.

“Perkembangan pasien pandemi di Indonesia yang melebihi 3.000 orang per hari sejak minggu lalu,” tuturnya.

Sebagai catatan, penawaran masuk dalam lelang SUN terakhir senilai Rp78,34 triliun. Posisi itu turun dari Rp106,00 triliun pada lelang dua pekan sebelumnya.

Catatan penawaran masuk tertinggi untuk lelang SUN periode berjalan 2020 berada di level Rp127,11 triliun. Jumlah itu terjadi sebelum pandemi Covid-19 masuk di Indonesia atau tepatnya pada 18 Februari 2020.

Sementara itu, pemerintah akan melakukan lelang Surat Utang Negara (SUN) besok, Selasa (7/9/2020), dengan target indikatif Rp20 triliun dan target maksimal Rp40 triliun.

Berdasarkan keterangan dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan RI, pemerintah akan menawarkan dua Surat Perbendaharaan Negara (SPN) dan tiga Obligasi Negara (ON).

SPN terdiri dari penerbitan baru SPN03201209 dan SPN12210909. Sedangkan ON terdiri dari reopening FR0086, FR0087, FR0080, FR0083, dan FR0076. 

SUN kupon diskonto diwakili oleh SPN03201209 dan SPN12210909 yang masing-masing jatuh tempo pada 9 Desember 2020 dan 9 September 2021.

Sementara FR0086 yang jatuh tempo 15 April 2026 memiliki tingkat kupon 5,5 persen dan FR0087 jatuh tempo pada 15 Februari 2031 6,5 persen.

Untuk FR0080 jatuh tempo 15 Juni 2035 dan FR0083 yang jatuh tempo pada 15 April 2020 memiliki kupon 7,5 persen.

Selanjutnya FR0076 yang jatuh tempo pada 15 Mei 2020 memiliki kupon 7,35 persen.

Besok, lelang akan dibuka pukul 09.00 WIB dan ditutup pukul 11.00 WIB dengan tanggal setelmen ditetapkan pada Kamis (10/9/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sun Obligasi Pemerintah
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top