Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Lagi, Bank Indonesia Borong SUN Rp16,98 Triliun

SUN yang diterbitkan pemerintah kepada BI berjenis variable rate. Instrumen itu dapat diperdagangkan dengan kupon suku bunga reverse repo Bank Indonesia tenor 3 bulan.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 27 Agustus 2020  |  20:15 WIB
Karyawan keluar dari pintu salah satu gedung Bank Indonesia di Jakarta, Senin, (20/1/2020).  Bisnis - Abdullah Azzam
Karyawan keluar dari pintu salah satu gedung Bank Indonesia di Jakarta, Senin, (20/1/2020). Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com,JAKARTA— Pemerintah kembali melakukan penerbitan empat seri surat utang negara (SUN) dengan skema private placement kepada Bank Indonesia senilai Rp16,98 triliun.

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan penerbitan SUN lewat private placement dilakukan pada Kamis (27/8/2020). Penerbitan merupakan transaksi untuk pemenuhan sebagian pembiayaan public goods.

“Total kebutuhan pembiayaan public goods adalah senilai Rp397,56 triliun meliputi pembiayaan untuk belanja kesehatan, perlindungan sosial, serta pembiayaan sektoral kementerian atau lembaga dan Pemda dalam rangka penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional,” tulis DJPPR melalui siaran pers, Kamis (27/8/2020).

Secara detail, empat seri SUN yang diterbitkan yakni VR0038, VR0039, VR0040, dan VR0041. Total nominal masing-masing seri senilai Rp4,245 triliun.

SUN yang diterbitkan pemerintah kepada BI berjenis variable rate. Instrumen itu dapat diperdagangkan dengan kupon suku bunga reverse repo Bank Indonesia tenor 3 bulan.

Adapun, jatuh tempo empat seri SUN itu yakni 28 Agustus 2025, 28 Agustus 2026, 28 Agustus 2027, dan 28 Agustus 2028. Setelmen akan dilakukan pada 28 Agustus 2020.

“Selanjutnya, penerbitan SUN dan atau SBSN baik untuk public goods maupun non-public goods dalam rangka penanggulangan Covid-19 dan PEN akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan target yang telah ditetapkan,” tulis DJPPR.

Sebelumnya, Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko DJPPR Kemenkeu Luky Alfirman mengatakan transaksi kepada BI merupakan implementasi dari skema burden sharing. Langkah itu wujud sinergi pemerintah dan bank sentral dalam upaya pembiayaan penanganan dampak pandemi Covid-19 serta PEN.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia surat utang negara
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top