Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bisnis Underwriting Sepi, Laba Perusahaan Efek Terkikis

Mayoritas perusahaan sekuritas membukukan penurunan laba pada paruh pertama tahun ini. Beberapa di antaranya bahkan berbalik rugi dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 03 September 2020  |  16:04 WIB
Karyawan memantau pergerakan harga saham di Kantor Mandiri Sekuritas,  Jakarta, Rabu (15/7/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Karyawan memantau pergerakan harga saham di Kantor Mandiri Sekuritas, Jakarta, Rabu (15/7/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Mayoritas perusahaan sekuritas membukukan penurunan laba pada paruh pertama tahun ini. Beberapa di antaranya bahkan berbalik rugi dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. 

Berdasarkan data kinerja perusahaan efek yang dihimpun Bisnis, lebih dari separo mencatatkan penurunan laba pada periode Januari—Juni 2020.

Hampir semua perusahaan sekuritas tersebut mencatatkan penurunan pendapatan yang signifikan dari bisnis penjamin pelaksana emisi efek atau underwriting

Maklum, sejak awal tahun ini penggalangan dana lewat penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) masih sepi dengan nilai proceed juga terbilang mini.

Selain IPO, penerbitan obligasi dan penambahan modal lewat hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) juga menyusut dibandingkan tahun lalu.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat per 1 September 2020, nilai penghimpunan dana di pasar modal mencapai Rp75,1 triliun dan jumlah emiten baru tercatat 40 perusahaan.

Di dalam pipeline sampai dengan akhir tahun, masih ada 37 calon emiten yang akan melakukan penawaran umum di Bursa Efek Indonesia dengan nilai total penawaran mencapai Rp20,46 triliun. Nilai tersebut memang lebih rendah dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp180 triliun.

“Dengan kondisi Covid-19, masih ada masyarakat memanfaatkan raising fund [di pasar modal],” kata Wimboh dalam rapat kerja dengan DPR RI Komisi XI, Rabu (2/9/2020).

Selain pendapatan dari segmen broker yang variatif, perusahaan sekuritas yang masih mengalami kenaikan laba mendapat topangan dari pendapatan  bunga dan dividen serta jasa penasihat keuangan.

Laba Perusahaan Sekuritas Semester I/2020

No

Perusahaan Sekuritas

Laba (Rp miliar)

Perubahan (%)

2020

2019

1

Maybank Kim Eng Sekuritas

36,60

12,46

193,74

2

MNC Sekuritas

2,29

1,20

90,83

3

Indo Premier Sekuritas

82,15

85,83

-4,29

4

Mirae Asset Sekuritas Indonesia

69,18

78,42

-11,78

5

Victoria Sekuritas

3,44

4,88

-29,51

6

Mandiri Sekuritas

46,04

84,23

-45,34

7

BNI Sekuritas

9,47

21,98

-56,92

8

Sinarmas Sekuritas

28,69

120,53

-76,20

9

Panin Sekuritas

-84,31

120,77

-169,81

10

Danareksa Sekuritas

-25,63

5,33

-580,86

11

Bahana Sekuritas

-4,79

0,79

-706,33

Sumber: Laporan Keuangan Semester I/2020

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

broker Kinerja Emiten sekuritas
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top