Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Anjlok 2 Persen, Ini yang Bikin IHSG Kebakaran di Akhir Bulan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakiri perdagangan di Agustus 2020 dengan penurunan tajam.
Pengunjung melihat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (3/8/2020). Pada penutupan perdagangan awal pekan, IHSG ditutup melemah 2,78 persen atau 143,4 poin ke level 5.006,22. Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung melihat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (3/8/2020). Pada penutupan perdagangan awal pekan, IHSG ditutup melemah 2,78 persen atau 143,4 poin ke level 5.006,22. Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks harga saham gabungan (IHSG) mendadak terkoreksi lebih dari dua persen jelang penutupan perdagangan hari ini, Senin (31/8/2020).

Berdasarkan data Bloomberg per pukul 14.43, IHSG terpantau turun 2,03 persen dari penutupan perdagangan sesi I ke level 5.234,58. Adapun di akhir sesi I indeks parkir di level 5.342,86.

Aksi jual bersih asing pun deras terjadi. Per pukul 13.50, asing tercatat net sell mencapai Rp1,71 triliun di seluruh pasar. Hingga akhir perdagangan, aksi jual bersih oleh investor asing tercatat Rp1,79 triliun.

Head of Equity Trading MNC Sekuritas Medan Frankie Wijoyo Prasetio mengatakan sejauh ini belum ada kabar maupun peristiwa yang signifikan yang menjadi sentimen penekan indeks.

Dia mengasumsikan pergerakan indeks yang terkoreksi hari ini akibat tertekan oleh aksi profit taking karena IHSG sudah mengalami penguatan yang cukup signifikan selama bulan Agustus.

Ini karena IHSG sudah di zona overbought dan juga dari segi capital juga masih mengalami outflow, jadi penurunan ini memang sesuatu yang wajar,” tuturnya ketika dihubungi Bisnis, Senin (31/8/2020)

Adapun untuk jangka pendek, dia memproyeksikan level support IHSG berada di level 5.200. Sehingga jika terjadi penurunan lebih lanjut maka indeks akan menyentuh level tersebut lebih dahulu.

Terpisah, Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee juga menilai koreksi yang terjadi hari ini merupakan hal yang wajar mengingat indeks sudah mengalami kenaikan cukup signifikan.

Di sisi lain, dia menyebut perpanjangan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) DKI Jakarta juga memberikan sentimen yang kurang baik bagi pasar. Pasalnya, keputusan tersebut memperkuat sinyal bahwa Indonesia akan masuk resesi.

“Jadi pasar merespons dengan koreksi, apalagi sudah naik banyak beberapa waktu belakangan ini,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Rivki Maulana
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper