Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Adaro Energy (ADRO) Revisi Target Produksi dan Capex Tahun 2020

Target produksi batu bara diturunkan 10 persen, sedangkan target belanja modal juga turun menjadi US$200 juta—US$250 juta.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 28 Agustus 2020  |  17:30 WIB
Logo PT Adaro Energy, Tbk. - Reuters/Beawiharta
Logo PT Adaro Energy, Tbk. - Reuters/Beawiharta

Bisnis.com, JAKARTA — PT Adaro Energy Tbk. memangkas target produksi dan rencana belanja modal untuk periode tahun 2020.

Sekertaris Perusahaan Adaro Energy Mahardika Putranto mengatakan perseroan merevisi panduan produksi batu bara menjadi 52 juta ton—54 juta ton pada 2020. Target itu 10 persen lebih rendah dari yang disampaikan oleh perseroan sebelumnya.

“Langkah ini kami lakukan karena prioritas kami menjaga margin yang sehat dan tidak hanya mengejar pertumbuhan volume produksi,” ujarnya dalam paparan publik daring, Jumat (28/8/2020).

Sebagai catatan, Adaro Energy melaporkan produksi batu bara 27,29 juta ton pada semester I/2020. Jumlah itu turun 4 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Tekanan harga batu bara membuat emiten berkode saham ADRO itu jugar merevisi target EBITDA operasional menjadi US$600 juta—US$800 juta pada 2020. Perseroan menyatakan akan terus melakukan disiplin dan efisiensi terhadap biaya.

Chief Financial Officer Adaro Energy Lie Luckman mengungkapkan perseroan juga merevisi target belanja modal atau capital expenditure (capex) periode 2020. ADRO menurunkan rencana dari US$350 juta—US$400 juta menjadi US$200 juta—US$250 juta.

“Revisi ini kami lakukan dengan sangat hati-hati,” jelasnya.

Luckman menegaskan revisi capex tidak mengorbankan produktivitas alat-alat. Perseroan mencoba mengurangi pengeluaran alat-alat yang memang masih dibutuhkan dalam jangka waktu panjang.

Maintenance yang terkait dengan produksi dan capex untuk jangka panjang yang esensial tetap masih kami lakukan,” imbuhnya.

ADRO melaporkan realisasi capex U$115 juta pada semester I/2020. Realisasi itu turun 53 persen dibandingkan dengan US$245 juta periode yang sama tahun lalu.

Belanja modal sepanjang paruh pertama tahun ini ditujukan terutama untuk pembelian dan penggantian alat berat serta pengembangan Adaro MetCoal Companies (AMC). ADRO tercatat menghasilkan arus kas bebas senilai U$312 juta pada semester I/2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

capex adaro energy
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top