Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Peringkat Utang Dipangkas, Ini Penjelasan Manajemen Waskita Beton Precast (WSBP)

Manajemen PT Waskita Beton Precast Tbk. menyebut hingga pertengahan Agustus 2020 arus kas perseroan mencapai Rp1,9 triliun.
Pekerja PT Waskita Beton Precast Tbk. (WSBP) menyelesaikan proses akhir pembuatan produk Spun Pile di Plant Karawang Jawa Barat, Rabu (17/6/2020). Bisnis/Dedi Gunawan
Pekerja PT Waskita Beton Precast Tbk. (WSBP) menyelesaikan proses akhir pembuatan produk Spun Pile di Plant Karawang Jawa Barat, Rabu (17/6/2020). Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Lembaga pemeringkat Fitch telah memangkas rating utang PT Waskita Beton Precast Tbk seiring dengan potensi penurunan arus kas dan fleksibilitas keuangan perusahaan.

Laporan Fitch yang dikutip Bisnis, Selasa (25/8/2020) menyatakan, peringkat emiten bersandi saham WSBP tersebut diturunkan dari BB menjadi CCC- dan dimasukkan pada daftar Rating Watch Negatif. 

Fitch juga menurunkan peringkat nasional program obligasi tanpa jaminan WSBP sebesar Rp2 triliun dan obligasi yang diterbitkan di bawah program tersebut ke CCC- dari sebelumnya BB.

Terkait hal ini, Pelaksana Tugas Sekretaris Perusahaan Waskita Beton Precast Ales Okta Pratama menjelaskan, perusahaan telah mengantisipasi adanya  penurunan rating dari Fitch. Hal ini disebabkan oleh kinerja perusahan yang mengalami penurunan pada semester I/ 2020. 

Meski demikian, Ales mengaku perusahaan tetap optimis dapat meningkatkan kinerjanya di sisa tahun 2020.  Optimisme peningkatan kinerja tersebut, tercermin dari arus kas dari operasional perusahaan yang tercatat mengalami surplus pada semester I/2020. 

"Hingga pertengahan Agustus 2020, arus kas kami tercatat sebesar Rp1,9 triliun," katanya saat dihubungi Bisnis, Selasa (25/8/2020).

Sementara di sisi operasional, WSBP juga tetap produktif untuk memperluas pangsa pasar baru dengan menghasilkan inovasi produk. Hal tersebut diantaranya adalah tiang listrik beton, bantalan jalan rel, dan spun pile berdiameter 1,2 m dan panjang 50 m. 

Untuk menjaga arus kas tetap positif, perusahaan juga telah menyiapkan sejumlah strategi. Selain mengoptimalkan upaya penagihan piutang, perusahaan juga melakukan ekspansi pasar untuk mendapatkan proyek-proyek potensial serta secara bersamaan melakukan efisiensi dari sisi operasional perusahaan. 

"Kami juga masih komunikasi dengan induk perusahaan (Waskita Karya) terkait alternatif pendanaan," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper