Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penawaran Lelang SUN Bakal Ramai Meski Menciut

Lelang SUN yang akan digelar esok menargetkan penghimpunan dana Rp20 triliun hingga Rp40 triliun. Penawaran yang masuk dari investor diperkirakan mencapai Rp70 triliun hingga Rp100 triliun.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 24 Agustus 2020  |  15:58 WIB
Pialang memperhatikan Yield SUN Indonesia - Antara/Prasetyo Utomo
Pialang memperhatikan Yield SUN Indonesia - Antara/Prasetyo Utomo

Bisnis.com,JAKARTA — Minat investor domestik dan asing dalam lelang surat utang negara  (SUN) diprediksi masih tinggi meski menciut dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan pemerintah akan melelang surat utang negara (SUN) esok, Selasa (25/8/2020). 

Seri yang akan dilelang terdiri atas dua seri surat perbendaharaan negara (SPN) dan lima obligasi negara fixed rate (FR) pada Selasa (25/8/2020). Lelang itu digelar untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2020 dengan target indikatif Rp20 triliun dan maksimal Rp40 triliun.

Head of Research & Market Information Department Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) Roby Rushandie memprediksi minat investor dalam lelang SUN tetap tinggi. Penawaran masuk dalam skenario moderat diperkirakan mencapai Rp70 triliun—Rp100 triliun.

“Kondisi tersebut didukung oleh data ekonomi Amerika Serikat yang membaik juga data ekonomi domestik seperti defisit neraca transaksi berjalan yang membaik sehingga porsi asing juga berpeluang meningkat,” jelasnya kepada Bisnis, Senin (24/8/2020).

DJPPR melaporkan total penawaran yang masuk senilai Rp106,00 triliun dalam lelang SUN pada Selasa (11/8/2020). Penawaran yang masuk ke dalam lelang SUN itu menjadi yang tertinggi kedua pada periode berjalan 2020.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur SUN DJPPR Kementerian Keuangan Deni Ridwan mengungkapkan incoming bids dalam lelang Selasa (11/8/2020) menjadi yang tertinggi kedua pada 2020. Pencapaian itu ditopang oleh perbankan nasional yang memiliki likuiditas cukup banyak serta meningkatnya partisipasi investor asing.

“Sekitar 33 persen dari total incoming bids adalah dari investor asing. Bids dari Bank Indonesia relatif tidak banyak berubah dari lelang-lelang sebelumnya,” ujarnya.

Berdasarkan catatan Bisnis, partisipasi asing dalam incoming bids lelang sebelumnya sekitar Rp12,71 triliun. Jumlah itu setara dengan 12,47 persen dari total penawaran masuk senilai Rp72,78 triliun.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi surat utang negara
Editor : Rivki Maulana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top