Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Lelang SUN Diyakini Bakal Tetap Ramai

Seri acuan atau benchmark tenor 5 tahun dan 10 tahun diprediksi akan menjadi incaran investor dalam lelang SUN yang digelar esok, Selasa (10/8/2020).
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 10 Agustus 2020  |  16:26 WIB
Pialang memperhatikan Yield SUN Indonesia - Antara/Prasetyo Utomo
Pialang memperhatikan Yield SUN Indonesia - Antara/Prasetyo Utomo

Bisnis.com,JAKARTA— Permintaan yang masuk dalam lelang surat utang negara diprediksi akan tetap ramai setelah pemerintah menerbitkan empat seri variable rate senilai Rp82,10 triliun kepada Bank Indonesia melalui skema private placement.

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan pemerintah akan melelang surat utang negara (SUN) yang terdiri atas dua seri surat perbendaharaan negara (SPN) dan lima obligasi negara fixed rate (FR) pada Selasa (11/8/2020). Lelang itu digelar untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2020 dengan target indikatif Rp20 triliun dan maksimal Rp40 triliun.

Pekan lalu, pemerintah melaporkan total nominal penerbitan empat seri SUN senilai Rp82,10 triliun kepada Bank Indonesia (BI). Emisi merupakan transaksi yang pertama untuk pemenuhan sebagian pembiayaan public goods. 

Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko DJPPR Kemenkeu Luky Alfirman mengatakan transaksi kepada BI merupakan implementasi dari skema burden sharing. Langkah itu wujud sinergi pemerintah dan bank sentral dalam upaya pembiayaan penanganan dampak pandemi Covid-19 serta PEN.

Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Ramdhan Ario Maruto mengatakan penerbitan melalui skema private placement kepada BI tidak akan berpengaruh terhadap lelang Selasa (11/8/2020). Pergerakan obligasi pemerintah di pasar sekunder menurutnya cukup stabil baik dari sisi harga maupun yield

“Untuk lelang masih akan cukup baik. Prediksi saya masih akan masuk penawaran lebih dari Rp70 triliun,” jelasnya kepada Bisnis, Senin (10/8/2020).

Ramdhan menilai BI masih punya cadangan cukup besar untuk menjaga pasar. Pihaknya memprediksi seri acuan atau benchmark tenor 5 tahun dan 10 tahun akan menjadi incaran investor dalam lelang.

Sementara itu, Economist PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Fikri C. Permana menilai BI masih akan menjadi non competitive bidder dalam lelang SUN. Oleh karena itu, penawaran yang masuk menurutnya tidak akan turun.

“Penawaran masuk saya pikir masih akan stabil atau masih akan lebih dari Rp70 triliun untuk besok,” jelasnya.

Berdasarkan catatan Bisnis, penawaran yang masuk dalam lelang SUN terakhir senilai Rp72,78 triliun. DJPPR mencatat permintaan masuk atau incoming bids yang melewati target indikatif dengan oversubscribed sebanyak 3,6 kali. Partisipasi asing dilaporkan meningkat dalam lelang tersebut. Permintaan masuk sekita Rp12,71 triliun atau 12,47 persen dari total incoming bids. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi surat utang negara
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top