Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Live

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, 6 Agustus 2020

Pada perdagangan Rabu (5/8/2020), rupiah mampu menguat dan menjadi jawara di Asia meskipun data pertumbuhan ekonomi kuartal II/2020 terkontraksi dalam.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 06 Agustus 2020  |  15:09 WIB
Karyawan menghitung uang dolar Amerika Serikat (AS) di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Rabu (22/7/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Karyawan menghitung uang dolar Amerika Serikat (AS) di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Rabu (22/7/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan nilai tukar rupiah hari ini, Kamis (6/8/2020) diperkirakan melanjutkan penguatannya.

Pada perdagangan Rabu (5/8/2020), rupiah mampu menguat dan menjadi jawara di Asia meskipun data pertumbuhan ekonomi kuartal II/2020 terkontraksi dalam.

Ruipah ditutup di level Rp14.550 per dolar AS kemarin, menguat 0,51 persen atau 75 poin. Kinerja itu pun menjadi yang terbaik di antara pergerakan mata uang Asia lainnya, yaitu tepat di atas ringgit yang naik 0,4 persen dan won yang terapresiasi 0,42 persen.

Selain itu, penguatan juga terjadi setelah Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi kuartal II/2020 terkontraksi sebesar 5,32 persen (year on year/yoy) dibandingkan dengan 5,07 persen pada periode sama tahun lalu.

Sementara itu, kumulatifnya pada semester I/2020 pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 1,26 persen.

Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan bahwa kontraksi itu sesuai dengan ekspektasi dan pasar pun sudah menghargai sentimen pelemahan ekonomi dalam negeri dalam beberapa perdagangan terakhir.

“PDB Indonesia yang buruk mungkin sudah diantisipasi sebelumnya oleh pelaku pasar jadi pengaruhnya pada perdagangan saat ini tidak besar,” ujar Ariston kepada Bisnis, Rabu (5/8/2020).

Dia mengatakan bahwa penguatan rupiah saat ini lebih didorong oleh sentimen pelemahan dolar AS yang juga menaikan minat investasi terhadap aset-aset beresiko lainnya.

Menurut dia, greenback mendapatkan tekanan akibat pasat khawatir terhadap potensi gangguan pemulihan ekonomi AS seiring dengan penyebaran Covid-19 tak kunjung terkendali di Negeri Paman Sam itu.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks dolar Amerika Serikat terpantau berakhir melemah 0,514 poin atau 0,55 persen ke level 92,868 pada perdagangan Rabu (5/8).

15:08 WIB

Nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau melemah 35 poin

Nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau melemah 35 poin atau 0,24 persen ke level Rp14.585 per dolar AS pada pukul 14.58 WIB

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau berbalik menguat 0,072 poin atau 0,08 persen ke level 92,94 pada pukul 15.05 WIB.

13:44 WIB

Pukul 13.06 WIB: Rupiah Melemah 40 Poin

Nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau melemah 40 poin atau 0,14 persen ke level Rp14.590 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau melemah 0,25 poin atau 0,27 persen ke level 92,618 pada pukul 13.30 WIB.

11:35 WIB

Pukul 11.21 WIB: Rupiah Melemah 20 Poin

Nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau melemah 20 poin atau 0,14 persen ke level Rp14.570 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau melemah 0,104 poin atau 0,11 persen ke level 92,764 pada pukul 11.23 WIB.

10:13 WIB

Pukul 10.06 WIB: Rupiah Berbalik Melemah 42 Poin

Nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau berbalik melemah 42 poin atau 0,29 persen ke level Rp14.592 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau melemah 0,039 poin atau 0,04 persen ke level 92,829 pada pukul 09.59 WIB.

09:14 WIB

PUkul 09.00 WIB: Rupiah Dibuka Menguat 73 Poin

Nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka menguat 73 poin atau 0,5 persen ke level Rp14.477 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau melemah 0,069 poin atau 0,07 persen ke level 92,799 pada pukul 08.56 WIB.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah dolar as nilai tukar rupiah
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top