Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pasar Terus Pantau Stimulus AS, Bursa Asia Kembali Dibuka Variatif

Indeks Kospi Korea Selatan memimpin pergerakan di wilayah Asia dengan kenaikan 0,8 persen dari posisi penutupan kemarin.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 06 Agustus 2020  |  07:35 WIB
Bursa Saham Tokyo. - Kiyoshi Ota / Bloomberg
Bursa Saham Tokyo. - Kiyoshi Ota / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham di Asia kembali dibuka bervariasi ditengah kabar positif terkait pengembangan vaksin virus corona dan spekulasi pembahasan paket stimulus fiskal lanjutan di Amerika Serikat.

Dilansir dari Bloomberg pada Kamis (6/8/2020), indeks Kospi Korea Selatan memimpin pergerakan di wilayah Asia dengan kenaikan 0,8 persen dari posisi penutupan kemarin. Menyusul di belakangnya adalah indeks S&P/ASX 200 Australia yang juga dibuka di zona hijau setelah menguat 0,3 persen.

DI sisi lain, indeks Topix Jepang membuka sesi perdagangan dengan negatif setelah terkoreksi 0,4 persen. Adapun pasar berjangka S&P 500 terpantau stagnan hingga pukul 09.05 waktu Tokyo, jepang setelah naik 0,6 persen pada Rabu lalu.

Investor terus mendorong kenaikan pasar global seiring dengan munculnya tekanan kepada Partai Demokrat dan Republikan untuk segera menyelesaikan paket stimulus fiskal lanjutan Amerika Serikat. Hal ini kian dibutuhkan terutama setelah terjadinya perlambatan gaji pekerja di negara tersebut pada Juli 2020.

Meskipun pasar saham terus menanjak, kenaikan serupa yang terjadi pada aset safe haven seperti emas menandakan kekhawatiran pelaku pasar terhadap laju pemulihan ekonomi. Mereka pun juga memilih untuk berinvestasi pada komoditas tersebut.

“Pergerakan pasar saham saat ini didorong oleh ekspektasi terhadap munculnya paket stimulus fiskal baru dari AS. Laporan keuangan perusahaan pada kuartal II/2020 juga menjadi penopang pergerakan saham dan membantu menekan kekhawatiran pelaku pasar terhadap pandemi virus corona,” jelas Candice Bangsund, Portfolio Manager of Global Asset Allocation Fiera Capital Corp.

Sementara itu, perlambatan pertumbuhan gaji pekerja di AS pada bulan Juli menandakan pemulihan ekonomi yang melambat karena kenaikan jumlah kasus virus corona.

“Kondisi perekonomian saat ini sedang terhenti, berbanding terbalik dengan pasar modal yang bergerak positif. Tren ini kemungkinan tidak akan berlangsung lebih lama lagi,” ujar CEO Solstein Capital, Nadine Terman.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bursa Asia indeks kospi indeks topix
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top