Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sektor Energi dan Tambang Moncer, Bursa Eropa Ditutup Menguat

Penguatan indeks turut ditopang oleh aktivitas bisnis di zona Eropa yang mengalami pertumbuhan yang lebih kuat pada Juli 2020.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 06 Agustus 2020  |  05:06 WIB
Logo WSE terletak di panel kaca di dekat layar elektronik yang menunjukkan kurva indeks dan data keuangan di Bursa Efek Warsawa di Warsawa. -  Bartek Sadowski / Bloomberg
Logo WSE terletak di panel kaca di dekat layar elektronik yang menunjukkan kurva indeks dan data keuangan di Bursa Efek Warsawa di Warsawa. - Bartek Sadowski / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada perdagangan Rabu (5/8/2020), ditopang penguatan saham sektor tambang dan energi.

Pada saat bersamaan, investor juga memantau perkembangan pembahasan paket stimulus pemulihan ekonomi di AS yang menunjukkan kemajuan berarti.

Dilansir dari Bloomberg, indeks Stoxx Europe 600 ditutup menguat 0,49 persen atau 1,77 poin ke level 365,16. Penguatan indeks turut ditopang oleh aktivitas bisnis di zona Eropa yang mengalami pertumbuhan yang lebih kuat pada Juli 2020.

Puchasing Managers' Index (PMI) komposit Eropa naik menjadi 54,9 yang menjadi level tertinggi dalam dua tahun. Pesanan juga meningkat untuk pertama kalinya sejak lima bulan.

Sektor tambang melonjak 4 persen karena sebagian besar harga logam naik. Sementara itu, sektor energi menguat karena minyak melonjak ke level tertinggi dalam lima bulan terakhir setelah data industri AS mengungkapkan penurunan stok.

Kinerja emiten juga menjadi fokus. Royal Ahold Delhaize NV naik 5,3 persen setelah operator supermarket ini menaikkan proyeksi pendapatan tahun 2020 berkat ledakan e-commerce.

Di sisi lain, saham BMW AG turun 3,5 persen setelah melaporkan kerugian kuartalan pertama sejak 2009. Adapun, Commerzbank AG memangkas prospek kinerja menyusul kenaikan ketentuan pinjaman.

Pemulihan bursa saham Eropa telah kehilangan momentum pada bulan Agustus karena investor tetap memperhatikan kinerja perusahaan dan data ekonomi untuk mengukur dampak pandemi terhadap perekonomian global.

Kepala ekuitas Mediolanum International Funds Terry Ewing memandang bahwa bahwa laju pemulihan yang tersisat oleh pasar keuangan saat ini mungkin lebih tinggi dari yang terlihat.

“Untuk alasan itu, kami mengambil pandangan yang sedikit berhati-hati secara keseluruhan,” lanjutnya, seperti dikutip Bloomberg.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa eropa
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top