Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Semester I/2020, Pratama Widya (PTPW) Cetak Laba Bersih Rp22,08 Miliar

Raihan laba bersih tersebut berhasil meningkat 7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 06 Agustus 2020  |  07:12 WIB
Direktur Utama Pratama Widya Andreas W. Kurniawan memberikan paparan saat pencatatan saham perseroan di Bursa Efek Indonesia, Jumat (7/2 - 2020). / Pandu Gumilar
Direktur Utama Pratama Widya Andreas W. Kurniawan memberikan paparan saat pencatatan saham perseroan di Bursa Efek Indonesia, Jumat (7/2 - 2020). / Pandu Gumilar

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten yang bergerak dalam bidang jasa pelaksana konstruksi, PT Pratama Widya Tbk (PTPW) mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 7 persen pada semester I/2020.

Corporate Secretary and Business Development PTPW, Richard Antonio pada Kamis (6/8/2020) mengatakan, total laba bersih perusahaan pada paruh pertama tahun 2020 mencapai Rp22,08 miliar. Sementara itu, PTPW juga mengantongi Rp102,6 miliar dari pos pendapatannya.

Adapun nilai kontrak baru yang telah diperoleh perusahaan hingga kini adalah sebesar Rp113,3 miliar. Jumlah tersebut mencapai 61 persen dari target kontrak baru yang ditetapkan perusahaan untuk tahun 2020.

Ricardo menambahkan, perseroan telah merevisi target pendapatan tahun 2020 yang sebelumnya Rp211 miliar menjadi Rp185 miliar atau naik sekitar 1,55 persen dibanding tahun 2019 dengan rasio net profit margin diatas 20 persen. Adapun belanja modal atau capital expenditure (capex) yang disiapkan PTPW pada tahun ini yaitu sebesar Rp103,76 miliar.

"Realisasi belanja modal berupa pembelian lahan sebesar Rp16,96 miliar, bangunan sebesar Rp5,46 miliar dan alat berat senilai Rp24,61 miliar," jelasnya dikutip dari keterangan resmi perusahaan.

Sebagai upaya mempertahankan bisnis di kala pandemi virus corona, perusahaan telah melaksanakan Kerja Sama Operasi (KSO) dengan perusahaan lain agar dapat bersinergi dan produktif. Salah satunya adalah KSO dengan PT PP Presisi Tbk untuk pekerjaan Cement Deep Mixing (CDM).

"Kami bersaing dengan perusahaan asing untuk pekerjaan ini karena CDM merupakan hal baru di dunia konstruksi Indonesia sehingga pelaku pasarnya masih sedikit," ujar Richard.

Selain itu, pihak PTPW juga melakukan kerja sama dalam hal transfer knowledge bidang teknologi alat berat dengan Sunward Intelligent Equipment Co Ltd yang merupakan perusahaan terbuka di China dan mayoritas sahamnya dimiliki oleh pemerintah setempat.

"Dalam hal kontrak, strategi kami adalah berfokus pada proyek infrastruktur, karena pembangunan infrastruktur akan selalu ada untuk menunjang perekonomian setelah masa pandemi selesai," pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top