Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Saham Farmasi Jadi Pendorong saat IHSG Berfluktuasi, Finansial Koreksi

IHSG menguat tips dengan menguat 0,17 persen ke level 5.083,557 akhir sesi pertama Rabu (5/8/2020), setelah bergerak di rentang 5.059,09 - 5.093,56.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 05 Agustus 2020  |  12:04 WIB
Pengunjung melintas di dekat papan layar elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (22/6/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung melintas di dekat papan layar elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (22/6/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — Saham emiten farmasi menjadi pendorong utama Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang cenderung fluktuasi seiring dengan rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II/2020.

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II/2020 hari ini pada pukul 11:00 WIB. Pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam periode itu sebesar -5,32 persen, kontraksi terbesar sejak kuartal II/1998 sebesar -7,8 persen.

IHSG menguat tips dengan menguat 0,17 persen ke level 5.083,557 akhir sesi pertama Rabu (5/8/2020), setelah bergerak di rentang 5.059,09 - 5.093,56.

Terpantau 165 saham menguat, 221 saham melemah, dan 151 saham stagnan. Nilai transaksi Rp4,7 triliun, dengan net sell investor asing Rp245,85 miliar.

Saham emiten farmasi menjadi penopang utama IHSG, yakni PT Kimia Farma Tbk. (KAEF) naik 18,86 persen menjadi Rp2.710, saham PT Indofarma Tbk. (INAF) naik 17,98 persen menuju Rp2.690, dan saham PT Pyridam Farma Tbk. (PYFA) meningkat 10,97 persen ke level Rp860.

Sementara itu, 7 sektor mampu menghijau, dipimpin indeks pertambangan yang menguat 1,17 persen. Adapun, tiga sektor yang melemah ialah finansial -0,65 persen, perkebunan -061 persen, dan properti -0,36 persen.

Pergerakan saham perbankan BUKU IV mayoritas parkir di zona merah pada akhir sesi pertama Rabu (5/8/2020). PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) tertekan dengan koreksi 1,35 persen ke level Rp5.500.

PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) juga ikut amblas 0,89 persen ke level Rp30.775. Selanjutnya, PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) turun 0,67 persen ke level Rp745.

PT Bank Pan Indonesia Tbk. (PNBN) juga turut terkoreksi 0,64 persen ke level Rp780. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) mengekor dengan penurunan 0,32 persen ke level Rp3.070.

Adapun, hanya PT Bank Danamon Tbk. (BDMN) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) dari kelompok BUKU IV yang mencetak penguatan harga pada paruh pertama Rabu (5/8/2020). Keduanya menguat masing-masing 0,37 persen dan 0,44 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG saham Pertumbuhan Ekonomi
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top