Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Live

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, 5 Agustus 2020

Kemarin, IHSG ditutup menguat 1,37 persen ke level 5.075,00. Sebanyak 253 saham menguat, 171 saham terkoreksi, dan 272 saham stagnan.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 05 Agustus 2020  |  15:04 WIB
Karyawan berada di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (14/4/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Karyawan berada di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (14/4/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan bergerak terbatas perdagangan hari ini, Rabu (5/8/2020).

Kemarin, IHSG ditutup menguat 1,37 persen ke level 5.075,00. Sebanyak 253 saham menguat, 171 saham terkoreksi, dan 272 saham stagnan.

Bloomberg mencatat sektor sektor saham keuangan memimpin penguatan dengan kenaikan 1,42 persen pada sesi Selasa (4/8/2020). Sektor saham konsumer mengekor dengan penguatan 1,74 persen.

Sementara itu, investor asing mencatat jual bersih atau net sell sebesar Rp45,12 miliar pada perdagangan hari ini.

Direktur Indosurya Bersinar Sekuritas William Suryawijaya mengatakan, hari ini pergerakan IHSG akan berusaha keluar dari zona konsolidasi setelah mengalami tekanan pada perdagangan Selasa (4/8/2020) kemarin.

Kemarin, IHSG ditutup menguat 1,37 persen ke level 5.075,00. Sebanyak 253 saham menguat, 171 saham terkoreksi, dan 272 saham stagnan.

William mengatakan, rilis data perekonomian PDB pada hari ini yang disinyalir masih berada dalam keadaan terkendali akan turut mewarnai pergerakan IHSG,

Ia melanjutkan, capital outflow yang masih terjadi di Indonesia secara ytd juga akan menjadi katalis yang sentimen negatif perdagangan hari ini. Menurutnya, para investor masih dapat memanfaatkan momentum untuk melakukan akumulasi pembelian bila terjadi koreksi wajar

"Pergerakan IHSG hari ini diproyeksikan berada di kisaran 4.821 - 5.188," katanya dalam riset harian.

Sementara itu, Analis Samuel Sekuritas William Mamudi mengatakan pergerakan IHSG tertekan dari level resisten 5,100, dan kini bias sideways market 4,800 – 5,100. Hal ini juga dipengaruhi oleh kondisi pasar yang masih penuh dengan ketidakpastian.

"Waspadai volatilitas market yang masih belum stabil dalam rangka musim laporan keuangan kuartal II/2020," tulisnya dalam laporan tersebut.

Simak terus laju IHSG secara live di Bisnis.com!

15:03 WIB

Pukul 15.00 WIB: IHSG Ditutup Menguat 1,03 Persen

Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,03 persen atau 52,05 poin ke level 5.127,05.

Sepanjag perdagangan, IHSG bergerak dalam kisaran 5.059,09-5.127,05.

14:27 WIB

Pukul 14.25 WIB: Jelang Akhir Perdagangan, IHSG Menguat 0,83 Persen

Indeks harga saham gabungan (IHSG) terpantau menguat 0,83 persen atau 42,31 poin ke level 5.117,31 menjelang akhir sesi I hari ini.

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak dalam kisaran 5.059,09-5.123,88.

13:36 WIB

Pukul 13.32 WIB: IHSG Menguat 0,33 Persen pada Awal Sesi II

Indeks harga saham gabungan (IHSG) terpantau menguat 0,33 persen atau 16,78 poin ke level 5.091,79 pada awal sesi II hari ini.

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak dalam kisaran 5.059,09-5.093,62.

11:33 WIB

Pukul 11.30 WIB: Akhir Sesi I, IHSG Kembali Menguat 0,17 Persen

Indeks harga saham gabungan (IHSG) memantul ke zona hijau dengan pengautan 0,17 persen atau 8,55 poin ke level 5.083,67 pada akhir sesi I hari ini.

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak dalam kisaran 5.059,09-5.093,56.

11:17 WIB

Pukul 11.16 WIB: PDB Terkontraksi, IHSG Melemah 0,23 Persen

Indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali melemah 0,23 persen atau 11,61 poin ke level 5.063,40 pada pukul 11.16 WIB.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi kuartal II/2020 terkontraksi sebesar 5,32 persen (year on year/yoy) dibandingkan 5,07 persen pada periode sama tahun lalu.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia berdasarkan harga konstan pada kuartal II/2020 sebesar Rp2.589,6 triliun.

"Kalau dibandingkan dengan kuartal I/2020, maka ekonomi Indonesia mengalami kontraksi -4,19 persen," ujarnya.

Sementara itu, kumulatifnya pada semester I/2020 mencapai 1,26 persen.

09:58 WIB

IHSG ‘Labil” Jelang Rilis Data Pertumbuhan Ekonomi

IHSG terus berfluktuasi pagi ini. Pada pukul 09.35 WIB, indeks kembali ke zona hijau dengan penguatan 0,08 persen atau 4,13 poin ke level 5.079,13.

Namun, pada pukul 09.54, IHSG kembali melemah tipis 0,03 persen atau 1,74 poin ke level 5.073,26.

Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II/2020 hari ini 11:00 WIB.

Angka-angka tersebut akan dirilis langsung oleh Kepala BPS, Suhariyanto, secara live streaming yang dapat disaksikan di youtube BPS (BPS Statistics) atau pada tautan berikut https://www.youtube.com/results?search_query =bps+statistics.

Dari konsensus Bloomberg, pertumbuhan ekonomi Indonesia berpotensi mengalami kontraksi hingga -4,72 persen dari rata-rata -4,70 persen.

Di antara konsensus tersebut, proyeksi kontraksi terdalam diberikan oleh UBS AG sebesar -8,82 persen. Sementara itu, Moody's Analytics masih memperkirakan ekonomi Indonesia pada kuartal II/2020 tumbuh positif 1,4 persen.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan ekonomi Indonesia pada kuartal II tahun ini bakal mengalami kontraksi di kisaran -3,5 persen hingga -5,1 persen dengan titik tengah di -4,3 persen.

 

09:17 WIB

Pukul 09.15 WIB: IHSG Berbaik Terkoreksi

Indeks harga saham gabungan (IHSG) berbalik ke zona merah dengan pelemahan 0,15 persen atau 7,74 poin ke level 5.067,26.

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak dalam kisaran 5.059,09-5.090,51.

09:01 WIB

Pukul 09.00 WIB: IHSG Dibuka Menguat

Indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka  di zona hijau dengan penguatan 0,26 persen atau 13,40 poin ke level 5088,41.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top