Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jadi Mata Uang Terburuk di Asia, Simak Proyeksi Rupiah Pekan Ini

Sepanjang Juli 2020, rupiah telah bergerak melemah 2,29 persen, sehingga menjadi mata uang dengan kinerja terburuk di Asia.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 03 Agustus 2020  |  08:41 WIB
Karyawan menghitung uang rupiah di Kantor Bank BNI Syariah di Jakarta, Senin (24/2 - 2020)
Karyawan menghitung uang rupiah di Kantor Bank BNI Syariah di Jakarta, Senin (24/2 - 2020)

Bisnis.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah diprediksi bergerak terbatas di kisaran Rp14.750 per dolar AS hingga Rp14.450 per dolar AS pada pekan ini seiring dengan tarik-menarik katalis positif dan negatif.

Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan bahwa kondisi pasar nilai tukar rupiah masih akan dibayangi oleh dua sentimen yang akan saling tarik-menarik.

“Terdapat potensi pemulihan ekonomi yang memberikan sentimen positif ke aset berisiko, tetapi ada juga peningkatan kekhawatiran pasar terhadap penularan covid-19 yang masih berlangsung dan menekan pergerakan aset berisiko,” ujar Ariston kepada Bisnis, Minggu (2/8/2020).

Dia menjelaskan bahwa pada akhir pekan lalu fokus pasar tampak lebih tertuju pada sentimen yang menonjol adalah kekhawatiran pasar terhadap penularan virus covid-19 dan penyebaran gelombang kedua di beberapa negara.

Berdasarkan data Worldometers, total kasus positif Covid-19 di seluruh dunia sudah mencapai 18 juta jiwa, dengan total penambahan kasus baru hingga 255.699 jiwa per Sabtu 1/8/2020.

Dengan demikian, secara umum, sentimen negatif itu bisa menjadi fokus utama pasar lagi sehingga pintu pelemahan bagi rupiah kembali terbuka sangat lebar. Dia memprediksi, rupiah bergerak di kisaran Rp14.750 per dolar AS hingga Rp14.450 per dolar AS pada pekan ini.

Di sisi lain, berdasarkan data Bloomberg, pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, Kamis (30/7/2020) rupiah parkir di level Rp14.600 per dolar AS, melemah 0,39 persen.

Sepanjang Juli 2020, rupiah telah bergerak melemah 2,29 persen dan tampak gagal memanfaatkan tren pelemahan dolar AS.

Pasalnya, indeks dolar AS yang bergerak mengukur kekuatan greenback di hadapan sekeranjang mata uang utama bergerak melemah 4,15 persen sepanjang Juli 2020.

Pelemahan itu pun dijadikan kesempatan bagi mayoritas mata uang negara berkembang untuk memperbaiki kinerjanya yang anjlok akibat sentimen pandemi Covid-19.

Selain itu, kinerja rupiah sepanjang bulan lalu pun, sangat kontras terhadap kinerja rupiah periode Juni yang berhasil menguat 2,43 persen, salah satu yang terbaik di antara mata uang Asia lainnya.

Namun, saat ini rupiah menjadi mata uang dengan kinerja terburuk pada periode Juli di antara negara Asia lainnya, yaitu tepat di bawah baht yang terkoreksi 1,1 persen, sedangkan mata uang lainnya berhasil terapresiasi melawan dolar AS.

Secara year to date pun, rupiah menjadi nilai tukar dengan kinerja terburuk, yaitu terkoreksi 5,02 persen sepanjang tahun berjalan 2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah dolar as Rupiah
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top