Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pasar Asia Gagal Pertahankan Reli Positif, Indeks Topix Berbalik Melemah

Indeks Topix terkoreksi 0,62 persen. Reli positif indeks Kospi Korea Selatan terpangkas menjadi 0,17 persen di level 2.267,01 setelah membuka hari di zona hijau dengan kenakan 0,5 persen.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 30 Juli 2020  |  14:26 WIB
Bursa Saham Korea Selatan. -  Seong Joon Cho / Bloomberg
Bursa Saham Korea Selatan. - Seong Joon Cho / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Pasar saham Asia tidak mampu melanjutkan tren penguatan perdagangan yang terjadi pada pagi tadi dan kembali menutup hari dengan variatif. 

Dilansir dari Bloomberg pada Kamis (30/7/2020), reli positif indeks Kospi Korea Selatan terpangkas menjadi 0,17 persen di level 2.267,01 setelah membuka hari di zona hijau dengan kenakan 0,5 persen. Bursa Australia juga menutup perdagangan dengan kenaikan 0,74 persen di level 6.051,10. 

Di sisi lain, indeks Topix Jepang berbalik terkoreksi 0,62 persen ke level 1.539,47 setelah sempat naik 0,2 persen pada pembukaan perdagangan. Koreksi juga dialami oleh Hang Seng Hong Kong sebesar 0,2 persen ke kisaran 24.832,47 dan Shanghai Composite Index sebesar 0,21 persen di level 3.287,78. 

Seiring dengan pandemi yang terus berjalan, pemerintah dan bank sentral di dunia terus menggandakan upayanya untuk memulihkan ekonomi dengan mengucurkan insentif yang hingga kini telah mencapai US$11 triliun.

Bank sentral AS, The Fed, telah mempertahankan tingkat suku bunga acuan mendekati 0 persen sejak Maret 2020 dan mengeluarkan sejumlah program pinjaman.

Selain itu, investor juga terus memperhatikan laporan-laporan keuangan yang dikeluarkan perusahaan. Outlook penjualan yang positif membuat saham Qualcomm Inc. mengalami kenaikan pada hari ini. Sementara, Apple Inc., Amazon.com Inc., dan Alphabet Inc.akan merilis laporannya pada hari ini.

"Keberadaan dan kemampuan The Fed untuk mengeluarkan kebijakan memberikan bantalan pengaman bagi aset berisiko dalam jangka waktu pendek. Kini perhatian investor beralih pada pertemuan FOMC September mendatang yang mengharapkan adanya kebijakan-kebijakan baru," jelas Chief Investment Officer di Glenmede, Jason Pride.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bursa Asia
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top