Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Akhir Sesi I IHSG Kembali ke 5.100, Emiten Emas Bersinar

Pada pukul 11.30 WIB atau akhir sesi I, IHSG menguat 0,35 persen atau 17,68 poin menjadi 5.100,68, setelah bergerak di rentang 5.080,12 - 5.109,05.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 27 Juli 2020  |  11:48 WIB
Karyawan beraktivitas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/5/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Karyawan beraktivitas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/5/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat pada perdagangan Senin (27/7/2020) sesi I.

Pada pukul 11.30 WIB atau akhir sesi I, IHSG menguat 0,35 persen atau 17,68 poin menjadi 5.100,68, setelah bergerak di rentang 5.080,12 - 5.109,05.

Terpantau 187 saham menguat, 199 saham melemah, dan 180 saham stagnan. Nilai transaksi sejumlah Rp3,89 triliun dengan net sell investor asing Rp70,34 miliar.

Sejumlah saham yang menopang penguatan IHSG ialah PT Maybank Indonesia Tbk. (BNII) yang menguat 34,44 persen, PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk. (SAME) 19,7 persen, PT J resources Asia Pasifik Tbk. (PSAB) 18,58 persen.

Selain PSAB, saham emiten produsen emas lainnya juga melejit seiring dengan harga emas yang menembus rekor tertinggi. Saham PT Wilton Makmur Indonesia Tbk. (SQMI) naik 10,31 persen, PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) 9,91 persen, dan PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) 3,65 persen.

Pada perdagangan Senin (27/7/2020) pukul 09.36 WIB, harga emas spot naik 1,08 persen atau 20,59 poin menjadi US$1.922,61 per troy ounce. Adapun, harga emas Comex kontrak Desember 2020 meningkat 1,11 persen atau 21,4 poin ke US$1.946,6 per troy ounce.

Sementara itu, indeks dolar AS terkulai 0,41 persen atau 0,385 poin menjadi 94,05.

Monex Investindo Futures dalam laporannya menyampaikan harga emas telah mencatat level tertinggi baru pada level US$1.922,77 pada awal sesi Senin (27/7), ditopang meningkatnya minat pada aset aman logam mulia.

"Hal itu dipicu meningkatnya jumlah korban wabah corona di AS dan makin meningkatnya ketegangan diplomatik AS - Tiongkok," paparnya.

Harga emas mencatat level tertinggi US$1.920,90 pada tahun 2011 lalu. Pesimisme pasar terhadap kondisi ekonomi yang dapat goyah akibat ketegangan AS - Tiongkok, telah melemahkan dolar AS dan meningkatkan minat pelaku pasar terhadap aset aman logam mulia.

MNC Sekuritas memperkirakan pergerakan IHSG berpotensi menguat pada perdagangan pada awal pekan ini.

IHSG ditutup melemah 1,2 persen ke level 5.082 pada akhir perdagangan Jumat (24/7/2020) diikuti tekanan jual yang cukup besar.

"IHSG masih berpeluang untuk menguat kembali. Level resistan 5.150 dan 5.260," tulis Tim Riset MNC Sekuritas lewat riset harian, Senin (27/7/2020).

Meskipun demikian, MNC Sekuritas memperkirakan IHSG tetap dapat melanjutkan koreksi apabila menembus support 5.030. Apabila terjadi, pergerakan indeks selanjutnya akan melemah ke rentang 4.950-5.000.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG saham Harga Emas Hari Ini
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top