Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Akun Shopee Disebut Lebih Banyak dari Rekening Saham, Ini Jurus BEI Genjot Jumlah Investor Pasar Modal

Pandu Patria Sjahrir menerangkan, kehadiran perusahaan rintisan, perusahaan berbasis teknologi berbagai skala bisa memicu penambahan jumlah investor.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 25 Juli 2020  |  13:35 WIB
Karyawati beraktivitas di sekitar logo PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Kamis (4/6/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Karyawati beraktivitas di sekitar logo PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Kamis (4/6/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah menempuh berbagai upaya menarik partisipasi perusahaan rintisan atau startup dan perusahaan berbasis teknologi untuk mencatatkan saham atau initial pubclic offering di BEI. Hal itu sejalan dengan upaya meningkatkan jumlah investor pasar modal yang saat ini masih terbilang minim.

Komisaris BEI Pandu Patria Sjahrir mengatakan menarik perusahaan rintisan maupun perusahaan dengan valuasi jumbo merupakan salah satu visinya sejak diangkat menjadi komisaris BEI. Dia menuturkan, kapitalisasi pasar modal di Indonesia masih dikuasai perbankan, tidak berubah sejak 10 tahun lalu. 

Dia mengungkapkan, pada 2008 sepuluh perusahaan dengan kapitalisasi pasar teratas di bursa Amerika Serikat dan China dikuasai sektor energi dan perbankan.

"Kalau lihat sekarang, top 10 company sekarang perusahaan teknologi. Di China top 10 company semua teknologi, hanya 1 yang bank," ujarnya  acara webinar bertajuk Future Financial Festival 2020, Sabtu (25/7/2020).

Pandu menuturkan, BEI tengah berusaha mempromosikan kelebihan mencatatkan saham di BEI kepada perusahan rintisan maupun perusahaan dengan valuasi jumbo yang berbasis teknologi.

Dia menyebut, hubungan dagang yang tegang antara Amerika Serikat dan China bisa menjadi peluang dan membuat pasar modal Indonesia menjadi atraktif. Untuk diketahui, ketegangan itu antara lain telah membuyarkan rencana IPO beberapa perusahaan asal China di AS.

"Adanya trade war di Amerika malah sulit, kalau di China nanti dimusuhi Amerika. Mending di sini saja," ujar Pandu yang merupakan anak dari ekonom Dr Sjahrir dan juga keponakan Luhur B. Pandjaitan.

Dia berharap, dalam waktu dekat akan ada 1-2 perusahaan gim yang masuk ke lantai bursa. Bila terealisasi, itu akan menambah daftar perusahaan rintisan maupun teknologi yang IPO di BEI.

Pandu menerangkan, kehadiran perusahaan rintisan, perusahaan berbasis teknologi berbagai skala bisa memicu penambahan jumlah investor.

Saat ini, basis investor di pasar modal masih sangat sedikit. Tahun lalu, jumlah investor pasar modal mencapai 2,48 juta, naik 53 persen secara tahunan.

"Sekarang saya rasa lebih banyak akun Shopee daripada rekening bursa. Tapi jangan salah, akun Shopee kan konsumtif, akun rekening bursa itu produktif," tukasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa efek indonesia ipo
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top