Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Klaim Pengangguran AS Mengecewakan, Bursa Eropa Naik Tipis

Pergerakan bursa Eropa naik super tipis pada akhir perdagangan Kamis (23/7/2020), setelah rilis laporan klaim pengangguran di Amerika Serikat menunjukkan hasil yang mengejutkan.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 24 Juli 2020  |  05:16 WIB
Bursa Efek Frankfurt. -  Alex Kraus / Bloomberg
Bursa Efek Frankfurt. - Alex Kraus / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan bursa Eropa naik super tipis pada akhir perdagangan Kamis (23/7/2020), setelah rilis laporan klaim pengangguran di Amerika Serikat menunjukkan hasil yang mengejutkan.

Pergerakan indeks Stoxx Europe 600, yang mewakili saham perusahaan-perusahaan di 17 negara kawasan Eropa, ditutup di level 373,65 dengan kenaikan hanya 0,21 poin atau 0,06 persendari level penutupan sebelumnya.

Pada perdagangan Rabu (22/7/2020), indeks Stoxx berakhir di level 373,44 dengan pelemahan 3,26 poin atau 0,87 persen, di tengah eskalasi ketegangan AS-China.

Menurut data Departemen Tenaga Kerja AS yang dirilis Kamis (23/7), klaim pengangguran awal mencapai 1,42 juta orang untuk pekan yang berakhir pada 18 Juli atau bertambah sebanyak 109.000 dari pekan sebelumnya.

Jumlah tersebut lebih tinggi dari proyeksi para ekonom dalam survei Bloomberg yang memperkirakan klaim awal akan mencapai 1,3 juta, dengan kisaran proyeksi antara 1-1,55 juta.

Data itu mengindikasikan meningkatnya pemutusan kerja (PHK) ketika lonjakan kasus baru infeksi virus Corona (Covid-19) mendorong sejumlah negara bagian untuk menghentikan pembukaan kembali (reopening).

Data lain yang dirilis pekan ini menggarisbawahi potensi pasar tenaga kerja yang memburuk. Survei mingguan oleh Biro Sensus menunjukkan jumlah warga Amerika yang dipekerjakan turun sekitar 6,7 juta dari pertengahan Juni hingga pertengahan Juli.

Kabar tersebut membebani sentimen positif pasar dari serangkaian laporan kinerja korporasi yang solid. Saham Unilever melonjak 7,8 persen di Amsterdam setelah penjualan kuartal kedua raksasa barang konsumen ini mengalahkan perkiraan analis.

Adapun saham Daimler AG naik 4,3 persen setelah produsen mobil Jerman itu membukukan apa yang disebut oleh Goldman Sachs Group sebagai penghematan biaya yang kuat dan prospek hasil yang meyakinkan.

Laporan kinerja korporasi yang lebih baik dari perkiraan serta tercapainya kesepakatan paket stimulus oleh para pemimpin Uni Eropa pekan ini telah membantu mengimbangi tekanan termasuk ketegangan baru antara AS dan China.

“Beragam sentimen sangat eksplosif saat ini dan pasar saham yang murah sudah lama berlalu,” ujar ahli strategi Comdirect Bank AG Andreas Lipkow.

“Dalam kondisi ini pasar ekuitas masih bertahan dengan sangat baik, yang tentu saja juga karena perjanjian KTT Uni Eropa,” tambahnya, dikutip dari Bloomberg.

Di antara indeks saham utama yang menahan kenaikan Stoxx pada Kamis adalah indeks CAC 40 Prancis (-0,07 persen), FTSE MIB Italia (-0,70 persen), dan DAX Jerman (-0,01 persen).

Sementara itu, saham Nest Oyj yang melonjak 11,37 persen memimpin daftar saham dengan kenaikan terbesar dalam Stoxx, disusul saham Huhtamaki Oyj (+9,37 persen) dan Cellnex Telecom S.A. (+8,27 persen).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

uni eropa bursa eropa bursa global
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top