Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

3 Emiten Ini Siap Jadi Anggota Baru LQ45 pada Agustus 2020?

Bursa Efek Indonesia (BEI) dikabarkan tengah melakukan peninjauan atau preview terhadap sejumlah indeks termasuk salah satunya LQ45.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 23 Juli 2020  |  16:03 WIB
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi (tengah) didampingi Direktur Penilaian Perusahaan I Gede Nyoman Yetna (kanan) dan Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia Risa E. Rustam memberikan keterangan pada paparan publik perusahaan di Jakarta, Rabu (26/6/2019). - Bisnis/Himawan L Nugraha
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi (tengah) didampingi Direktur Penilaian Perusahaan I Gede Nyoman Yetna (kanan) dan Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia Risa E. Rustam memberikan keterangan pada paparan publik perusahaan di Jakarta, Rabu (26/6/2019). - Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bursa Efek Indonesia merubah komposisi susunan penghuni indeks LQ45 terhitung mulai 1 Agustus 2020.

Bursa Efek Indonesia (BEI) dikabarkan tengah melakukan peninjauan atau preview terhadap sejumlah indeks termasuk salah satunya LQ45. Kabar yang beredar hasil akhir akan dimumumkan pada akhir pekan ini dan berlaku mulai Agustus 2020.

Bursa dikabarkan menambahkan tiga emiten baru ke dalam daftar yakni PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA), PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA), dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA) ke dalam jajaran konstituen indeks LQ45.

Sebagai gantinya, BEI disebut mendepak PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE), PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG), dan PT Sri Rejeki Isman Tbk. (SRIL).

“Kayaknya benar,” ujar Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi saat dimintai konfirmasi Bisnis mengenai daftar penambahan dan pengurangan anggota indeks LQ45 pada, Kamis (23/7/2020).

Sebagai catatan, indeks LQ45 mengukur kinerja harga dari 45 saham yang memiliki likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar. Emiten konstituen indeks itu juga didukung oleh fundamental perusahaan yang baik.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks LQ45 naik 0,86 persen atau 6,838 poin ke level 806,554 akhir perdagangan Kamis (23/7/2020). Secara year to date (ytd), indeks LQ45 terkoreksi 20,77 persen.

Sementara itu, indeks harga saham gabungan (IHSG) juga naik 0,68 persen ke posisi 5.145,011 pada akhir sesi Kamis (23/7/2020). Pergerakan indeks tercatat mengalami koreksi 18,12 persen secara ytd.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG bursa efek indonesia lq45
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top