Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

AS-China Bergejolak, Bursa Eropa Hentikan Reli

Pergerakan bursa Eropa berakhir di zona merah pada perdagangan Rabu (22/7/2020), saat investor mencermati laporan kinerja korporasi dan meningkatnya ketegangan Amerika Serikat-China.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 23 Juli 2020  |  05:38 WIB
Bursa Efek Frankfurt, Jerman. - Bloomberg
Bursa Efek Frankfurt, Jerman. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan bursa Eropa berakhir di zona merah pada perdagangan Rabu (22/7/2020), saat investor mencermati laporan kinerja korporasi dan meningkatnya ketegangan Amerika Serikat-China.

Pergerakan indeks Stoxx Europe 600, yang mewakili saham perusahaan-perusahaan di 17 negara kawasan Eropa, ditutup di level 373,44 dengan kenaikan 3,26 poin atau 0,87 persen, koreksi pertama dalam empat hari perdagangan.

Pada perdagangan Selasa (21/7/2020), indeks Stoxx mampu berakhir di level 376,70 dengan kenaikan 1,19 poin atau 0,32 persen, setelah para pemimpin Uni Eropa menyepakati paket stimulus senilai 750 miliar euro (US$860 miliar) guna menyokong pemulihan ekonomi kawasan ini.

Sentimen pasar kemudian memburuk setelah pemerintah AS memerintahkan penutupan kantor konsulat China di Houstan dan China mengancam akan melakukan pembalasan.

Dalam suatu briefing di Beijing pada Rabu (22/7/2020), juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin mengungkapkan pemerintah AS memberi China waktu tiga hari untuk menutup kantor konsulatnya di Houston.

“China berencana untuk merespons dengan langkah balasan yang tegas jika pemerintahan [Presiden Donald] Trump tidak mencabut keputusan keliru ini,” ujar Wang, seperti dilansir dari Bloomberg.

Sementara itu, investor mencermati laporan laba perusahaan kuartal kedua dengan hati-hati untuk melihat tanda-tanda apakah korporasi kembali bangkit dari lockdown yang diberlakukan pada awal tahun.

Di tengah musim rilis laporan kinerja korporasi, saham Melrose Industries Plc anjlok 14 persen setelah membatalkan dividen interim. Sebaliknya, saham ABB Ltd. dari Swiss naik 2,8 persen setelah laporan pemasok perlengkapan otomatisasi pabrik ini mengalahkan ekspektasi analis.

“Kuartal pertama dan kemudian kuartal kedua adalah periode terburuk dari lockdown, tetapi saya pikir itu baik di pasar,” ujar ahli strategi pasar global di Invesco Arnab Das.

Di antara indeks saham utama penekan Stoxx pada Rabu adalah indeks FTSE 100 Inggris (-1 persen), CAC 40 Prancis (-1,32 persen), FTSE MIB Italia (-0,60 persen), dan DAX Jerman (-0,51 persen).

Adapun, pelemahan saham Melrose Industries PLC membawanya memimpin daftar saham dengan koreksi tertajam dalam Stoxx, disusul saham Naturgy Energy Group S.A. (-5,21 persen) dan Valeo S.A. (-5,08 persen).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china bursa eropa
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top