Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Net Sell 2 Saham Bank BUMN Deras, IHSG Berbalik Koreksi

Hingga penutupan hari ini, IHSG terkoreksi 0,07 persen atau 3,32 poin menjadi 5.075,79
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 15 Juli 2020  |  15:08 WIB
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (23/6/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (23/6/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik mengalami koreksi pada perdagangan Rabu (15/7/2020).

Hingga penutupan hari ini, IHSG terkoreksi 0,07 persen atau 3,32 poin menjadi 5.075,79. Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di rentang 5.069,38 - 5.116,46.

Terpantau 202 saham menguat, 206 saham koreksi, dan 158 saham stagnan. Total transaksi mencapai Rp7,21 triliun.

Investor asing masih mencatatkan aksi jual dengan net sell senilai Rp651,92 miliar.

Saham dua bank BUMN ramai-ramai dilego oleh investor asing. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menjadi saham terbanyak yang dijual investor asing dengan net foreign sell Rp238,8 miliar.

Menyusul di belakangnya adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) dengan nilai jual bersih Rp56,4 miliar. Selanjutnya,saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) mengalami net sell Rp42,7 miliar.

Di posisi empat terbesar, saham emiten Grup Sinar Mas, yakni PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE) mengalami net sell Rp36,6 miliar. Kemudian, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatatkan net foreign sell senilai Rp31,5 miliar.

Sementara itu, mayoritas bursa Asia mampu melanjutkan tren positif dan menutup perdagangan hari ini di zona hijau. 

Dilansir dari Bloomberg pada Rabu (15/7/2020), indeks S&P/ASX 200 Australia menutup perdagangan hari ini dengan penguatan 1,88 persen di level 6.052,90.
Menyusul di belakangnya adalah indeks Topix Jepang yang naik 1,56 persen dan bertengger di angka 1.589,51. Sementara itu, bursa Kospi Korea Selatan juga ditutup di zona hijau setelah menguat 0,84 persen di level 2.201,88.
Di sisi lain, indeks Shanghai Composite ditutup melemah 1,56 persen di kisaran 3.361,30. Hal serupa juga terjadi pada Hang seng Hong Kong yang terkoreksi 0,39 persen dan menutup perdagangan hari ini di 25.378,47. 
Perdagangan hari ini ditopang oleh optimisme pelaku pasar terhadap pemulihan ekonomi yang berasal dari kucuran stimulus pemerintah dan bank sentral. Hal ini dinilai menekan kekhawatiran pasar terhadap kasus-kasus positif virus corona yang baru di dunia.
Seiring dengan kenaikan angka kasus positif tersebut, sejumlah negara telah memberlakukan pembatasan sosial pada beberapa wilayah guna mencegah penyebaran virus lebih lanjut.
Matt Miskin, Co-Chief Investment Strategist di John Hancock Investment Management.menyatakan, sentimen pengembangan vaksin virus corona dan lonjakan kasus positif pandemi ini masih mendominasi perdagangan pasar global dalam beberapa waktu ke depan.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menerbitkan peraturan yang mengakhiri perlakuan khsusus AS untuk Hong Kong. Ia juga menandatangani peraturan yang memperbolehkan AS menindak para pejabat China yang dianggap menekan aksi demonstrasi di Hong Kong 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG saham Indeks BEI
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top