Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IHSG Tahan Stamina di Atas Level 5.000, Sektor Tambang Terkuat

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG parkir di level 5.043,75 dengan kenaikan 12,49 poin atau 0,25 persen pada akhir sesi I dari level penutupan perdagangan sebelumnya.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 13 Juli 2020  |  12:12 WIB
Pengunjung mengamati papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (15/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung mengamati papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (15/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu mempertahankan pergerakannya di wilayah positif pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Senin (13/7/2020).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG parkir di level 5.043,75 dengan kenaikan 12,49 poin atau 0,25 persen pada akhir sesi I dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Jumat (10/7/2020), IHSG ditutup di level 5.031,26 dengan pelemahan sebesar 0,43 persen atau 21,54 poin.

Indeks terpantau mulai bangkit dari zona merah dengan mengawali perdagangan Senin menanjak 0,61 persen atau 30,68 poin ke level 5.061,93. Sepanjang perdagangan hingga akhir sesi I, indeks bergerak fluktuatif dalam kisaran 5.024,93 – 5.075,1.

Tercatat 224 saham menguat, 163 saham melemah, dan 162 saham stagnan.

Sebanyak 7 dari 10 sektor dalam IHSG menetap di zona hijau, dipimpin pertambangan (+1,85 persen) dan pertanian (+1,61 persen). Tiga sektor lainnya terkoreksi, dipimpin properti (-0,28 persen).

IHSG diperkirakan akan bergerak variatif cenderung menguat pada perdagangan hari ini dalam kisaran 4.980 – 5.098.

Menurut PT Pilarmas Investindo Sekuritas, investor akan mencermati rapat gubernur dari sejumlah bank sentral, termasuk RDG Bank Indonesia pada 15-16 Juli 2020.

“Di tengah level saat ini, tentu konsistensi IHSG untuk bertahan di level 5.000 akan mencuri perhatian. Apabila mampu membuat fondasi yang baik, maka bukan tidak mungkin akan melanjutkan penguatan,” tulis Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas.

Selain RDG BI, investor juga akan mencermati pertemuan bank sentral Eropa (ECB) dan bank sentral Jepang (BOJ).

Menurut konsensus, tingkat suku bunga di Eropa dan Jepang tidak akan berubah dari level saat ini. Namun, dari dalam negeri justru ada potensi BI akan kembali memangkas suku bunga.

Bersama IHSG, sejumlah indeks saham lain di Asia membukukan kenaikan, antara lain indeks Nikkei 225 Jepang (+1,93 persen), Kospi Korea Selatan (+1,51 persen), S&P/NZX 20 Selandia Baru (+0,60 persen), dan S&P/ASX 200 Australia (+0,65 persen).

Sementara itu, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 China naik tajam 1,27 persen dan 1,63 persen, Hang Seng Hong Kong menguat 0,92 persen, dan Taiex Taiwan menanjak 0,97 persen.

Berikut pergerakan sektor pembentuk IHSG pada Senin (13/7/2020) sesi I.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG saham Indeks BEI
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top