Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IHSG Dibuka Menguat, 166 Saham Berhasil Hijau

Pada pukul 09.00 WIB, IHSG dibuka menguat 0,6 persen atau 30,29 poin menjadi 5.061,55. TErpantau 166 saham menguat, 30 saham melemah, dan 124 saham stagnan.
M. Nurhadi Pratomo & Lorenzo A. Mahardika
M. Nurhadi Pratomo & Lorenzo A. Mahardika - Bisnis.com 13 Juli 2020  |  09:04 WIB
Pengunjung melintas di depan papan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (24/6/2020). Bisnis - Abdurachman
Pengunjung melintas di depan papan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (24/6/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Senin (13/7/2020).

Pada pukul 09.00 WIB, IHSG dibuka menguat 0,6 persen atau 30,29 poin menjadi 5.061,55. TErpantau 166 saham menguat, 30 saham melemah, dan 124 saham stagnan.

Kepala Riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang mengungkapkan indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali menguat 1,16 persen sepekan lalu. Akan tetapi, pihaknya mencatat asing masih membukukan net sell meski lebih kecil dari Rp126,45 miliar dua pekan sebelumnya.

“Awal minggu ini ada peluang IHSG berbalik arah alias rebound,” ujarnya melalui riset harian Senin (13/7/2020).

Edwin menyebut IHSG berpeluang rebound seiring dengan penguatan Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) sebesar 1,44 persen akhir pekan lalu. Data Bloomberg juga menunjukkan S&P 500, NASDAQ, dan NYSE kompak menghijau pada penutupan Jumat (13/7/2020).

Selain penguatan bursa Amerika Serikat (AS), dia menyebut katalis positif juga datang dari dalam negeri. Bank Indonesia diperkirakan akan kembali menurunkan suku bunga acuan pekan ini.

“Kami merekomendasikan sangat selektif jika investor ingin melakukan buy atau swing trade maka dapat fokus atas saham dari sektor bank, ritel, rumah sakit, infrastruktur telekomunikasi, rokok, teknologi informasi, dan telekomunikasi dalam perdagangan Senin ini,” jelasnya.

Rekomendasi sahamnya ialah BBCA, ERAA, PTBA, BBNI, dan MIKA.

Sebelumnya, Analis PT Panin Sekuritas Tbk. William Hartanto menjelaskan bahwa candlestick IHSG membentuk inverted hammer mengindikasikan peluang rebound. IHSG berpotensi bergerak mixed cenderung menguat dalam kisaran 5.000 sampai dengan 5.157

Panin Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang menarik untuk dicermati secara teknikal pada sesi Senin (13/7/2020) yakni ACES, ISAT, MIKA, dan SOCI.

Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta mengungkapkan terlihat pola downward bar yang mengindikasikan adanya potensi koreksi wajar lanjutan pergerakan IHSG sesi Senin (13/7/2020). Indeks berpeluang menuju ke support terdekat.

Binaartha Sekuritas merekomendasikan saham yang dapat menjadi pertimbangan investor antara lain APLN, ASRI, BEST, LPCK, LPKR, dan WEGE.

Sementara itu, Bursa saham Asia dibuka di zona hijau seiring dengan optimisme investor menatap masa laporan keuangan perusahaan yang dapat menjadi indikator ketahanan ekonomi ditengah pandemi.

Dilansir dari Bloomberg pada Senin (13/7/2020), indeks Topix Jepang melesat 1,4 persen pada pembukaan perdagangan hari ini. Kenaikan serupa juga terjadi pada indeks S&P/ASX 200 Australia yang naik 1,41 persen.

Indeks Kospi Korea Selatan menguat 0,8 persen. Adapun indeks berjangka S&P 500 turut dibuka di zona hijau dengan kenaikan 0,3 persen hingga pukul 07.01 WIB.

Perdagangan hari ini ditopang oleh sentimen investor yang tengah menanti outlook pendapatan dari perusahaan-perusahaan pada musim laporan keuangan ini. 

Sementara itu, munculnya kasus positif virus corona pada sejumlah wilayah baru di dunia menyebabkan pemberlakuan kembali kebijakan pembatasan sosial. Hal ini menimbulkan keraguan terhadap laju pemulihan ekonomi global.

Negara bagian Florida di Amerika Serikat mencatatkan lonjakan kasus positif terbesar dalam sehari pada Minggu kemarin dengan 15.300 kasus. Rekor serupa juga dicetak oleh negara bagian South Carolina dan Texas pada Sabtu kemarin.

Portfolio Manager di PineBridge Investments, Mary Nicola menuturkan, perekonomian dunia kali ini telah memasuki fase pemulihan yang akan terjadi selama beberapa tahun mendatang. Hal ini, lanjutnya, juga akan disertai sejumlah hambatan dan rintangan.

"Pemerintah dan bank sentral di seluruh dunia telah meluncurkan beragam kebijakan dan akan terus melanjutkannya hingga pemulihan ekonomi terjadi,," imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI rekomendasi saham Bursa Asia
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top