Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penjualan Emiten Ritel Berangsur Pulih

Penjualan emiten ritel mulai pulih sebulan setelah relaksasi pembukaan pusat perbelanjaan yang dimulai pada Senin (15/6/2020) lalu.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 13 Juli 2020  |  16:48 WIB
Konsumen memilih makanan dan bahan makanan di salah satu supermarket di Jakarta, Kamis (7/5 - 2020). BISNIS.COM
Konsumen memilih makanan dan bahan makanan di salah satu supermarket di Jakarta, Kamis (7/5 - 2020). BISNIS.COM

Bisnis.com, JAKARTA – Penjualan emiten ritel tampak berangsur pulih pasca hampir sebulan setelah relaksasi pembukaan pusat perbelanjaan yang dimulai pada Senin (15/6/2020) lalu.

Demi menggaet konsumen, emiten ritel PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) juga menggelarkan diskon pertengahan tahun yang bertajuk Mid Year Sale.

VP Investor Relations & Corporate Communications Grup MAP Ratih D. Gianda mengatakan diskon besar-besaran tersebut memang berlangsung dari tahun ke tahun tak terkecuali dilaksanakan pada pertengahan tahun ini. Gerai-gerai ritel Grup MAP yang ikut dalam promo ini antara gerai multi brand sports seperti: Planet Sports.asia, Sport Station, The Athlete’s Foot dan juga gerai monobrand seperti: Skechers, Reebok, New Balance, Converse.

“Jumlah pengunjung meningkat kalau dibandingkan dengan 2 minggu pertama bulan Juni. Walaupun masih terbatas karena mengikuti protokol pemerintah yang membatasi sekitar 50 persen,” kata Ratih kepada Bisnis, Senin (13/7/2020).

Menurutnya, hampir semua segmen termasuk lini ritel, kafe dan restoran hingga department store mengalami peningkatan selama periode pembukaan kembali pusat perbelanjaan.

Perseroan pun belum bisa memberikan proyeksi pendapatan tahun ini dikarenakan situasi yang masih berubah-ubah. “Kita harapkan gradually akan membaik seperti yang terlihat di Juni. Semoga kuartal ketiga lebih baik lagi,” sambungnya.

Di sisi lain, PT Ace Hardware Indonesia Tbk. (ACES) memprediksi capaian positif pada kuartal pertama kemungkinan besar tidak bisa diraih pada kuartal kedua tahun ini.

“Sepertinya akan berat sekali untuk mencatatkan pertumbuhan penjualan positif di kuartal kedua,” ungkap Corporate Secretary Ace Hardware Indonesia Helen Tanzil baru-baru ini. 

Helen pun menerangkan bahwa hingga saat ini perseroan telah membuka 8 gerai baru dari target awal tahun pembukaan 15 gerai baru hingga akhir tahun. Ace Hardware menilai jika situasi perekonomian tetap tidak kondusif, ada kemungkinan rencana ekspansi akan ditunda atau diperlambat.

 

PROSPEK SAHAM

Mirae Asset Sekuritas menyatakan pembukaan kembali mal dan relaksasi PSBB pada pertengahan Juni lalu diharapkan dapat meningkatkan lalu lintas toko secara bertahap pada semester kedua tahun ini.

Analis Mirae Asset Sekuritas Christine Natasya menyatakan beberapa pengunjung sudah terlihat berlalu lalang di beberapa gerai Grup MAP pada akhir pekan setelah pembukaan kembali pusat perbelanjaan.

“Hal ini menunjukkan antusiasme orang-orang berpenghasilan tinggi untuk berbelanja di pasar domestik karena mayoritas dari mereka tidak dapat melakukan perjalanan karena karena Covid-19,” tulis Christine dalam riset, Jumat (3/7/2020).

Berdasarkan hasil kinerja kuartal pertama tahun 2020, sekuritas tetap merekomendasikan trading buy saham MAPI dengan target harga yang lebih tinggi yakni Rp830. Penetapan harga tersebut menggunakan metodologi sum-of-the-parts atau SOTP yang lebih mencerminkan nilai setiap unit.

Pihaknya berpendapat bahwa target pasar perseroan lebih tangguh dibandingkan pemain eceran lainnya. Selain itu, faktor musiman pada kuartal empat tahun sebelumnya yang lebih tinggi dan pembukaan kembali perekonomian, diprediksi membawa sentimen positif yang lebih baik terhadap perusahaan.

Di sisi lain, Christine juga merekomendasikan trading buy saham PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) dengan target harga Rp1.850 berdasarkan proyeksi price to earning ratio 5 kali pada tahun 2021 mendatang. Ia meyakini pendapatan perseroan pada kuartal kedua tahun ini akan lesu disebabkan penurunan penjualan pada bulan April lantaran penutupan toko sementara disusul oleh anjloknya omzet selama periode Idul Fitri akibat pemberlakuan PSBB.

“Namun, biaya penghematan kuartal kedua akan terlihat karena perusahaan telah melakukan efisiensi pemotongan gaji 20-50 persen tergantung pada level struktural. Selain itu, perusahaan masih dalam negosiasi pengurangan sewa yang signifikan,” ungkapnya. Memasuki periode pemulihan ekonomi pada kuartal ketiga, kinerja LPPF dipercaya dapat membaik secara bertahap hingga akhir tahun ini.

Senada, RHB Sekuritas juga menjagokan saham MAPI dengan rekomendasi beli dan target harga Rp900. Proyeksi sekuritas, price to earning ratio saham MAPI adalah sebesar 31,5 kali pada akhir 2020 mendatang.

Analis RHB Sekuritas Michael Setjoadi menyatakan hal ini didasari pula pandangan Euromonitor terhadap tren konsumen yang menunjukkan adanya pertumbuhan produk gaya hidup. Kendati penjualan ritel online melonjak hingga 300 persen selama masa pandemi namun pada akhirnya tren penjualan akan kembali ke format gerai offline sesuai dengan kebiasaan lama konsumen pada umumnya.

Secara teknikal, analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan semua saham emiten ritel berkapitalisasi jumbo masih berpotensi untuk menguat. Namun dalam jangka pendek, para pelaku pasar disarankan tetap harus memperhatikan level support dan resistance.

“Saat ini kami melihat ERAA dan ACES cukup menarik bagi pelaku pasar untuk dicermati. Untuk ERAA support Rp1.290, resistance Rp1.420 dan ACES support Rp1.530 dan resistance Rp1.665,” tutupnya.

 

 

Pertumbuhan Harga Saham Emiten Ritel
EmitenHarga PenutupanKenaikan Harian Senin (13/7/2020)Pertumbuhan Month-on-Month
ACES16304,82%9,03%
ERAA13804,94%6,98%
RALS5752,68%-3,36%
LPPF14051,81%-9,06%
MAPI7200,70%-9,43%

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ritel mapi aces emiten ritel
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top