Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

KABAR EMITEN: Cuan Emiten Kertas Sinar Mas, Minat Investor Baru Tetap Tinggi

Berita mengenai kinerja emiten kertas dan inklusi pasar modal, antara lain, menjadi topik halaman market, portofolio, dan investasi edisi harian Bisnis Indonesia, Senin (13/7/2020).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 13 Juli 2020  |  07:23 WIB
Pabrik Kertas Tjiwi Kimia di Sidoarjo. Pabrik ini mulai beropersi pada 1978 dengan kapasitas tahunan 12,000 metrik ton. - tjiwi.co.id
Pabrik Kertas Tjiwi Kimia di Sidoarjo. Pabrik ini mulai beropersi pada 1978 dengan kapasitas tahunan 12,000 metrik ton. - tjiwi.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - Berita mengenai kinerja emiten kertas dan inklusi pasar modal, antara lain, menjadi topik halaman market, portofolio, dan investasi edisi harian Bisnis Indonesia, Senin (13/7/2020).

Berikut perincian topiknya:

Cuan Emiten Kertas Sinar Mas. Sebulan terakhir saham duo emiten pulp dan kertas dari Sinar Mas Group moncer setelah kinerja kuartal pertama menunjukkan lonjakan laba bersih. Akankah ini jadi sinyal investor masuk ke TKIM dan INKP? Atau justru sebaliknya?

Delisting Tak Ganggu Bursa. Jumlah perusahaan tercatat yang terancam force delisting meningkat 100% antara Januari-Juli 2020 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Namun, pasar modal diperkirakan tidak bakal terpengaruh.

Minat Investor Baru Tetap Tinggi. Jumlah investor baru di pasar modal tetap tumbuh di tengah situasi penyebaran pandemi Covid-19. Bahkan, otoritas bursa efek percaya diri pertumbuhan total penyandang dana anyar mencapai dua digit pada akhir 2020.

Permintaan CPO Mulai Pulih. Harga minyak sawit berjangka masih berada di jalur kenaikannya seiring dengan pemulihan permintaan konsumen terbesar dunia, India dan China, setelah sempat anjlok akibat sentimen pandemi Covid-19.

Rupiah Menanti Hasil RDG BI. Mata pelaku pasar pekan ini mengarah ke rapat dewan gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang diprediksi akan kembali memangkas suku bunga acuan. Sebagai efeknya, nilai tukar rupiah diproyeksi bergerak di area konsolidasi menanti hasil RDG.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah pasar modal sinarmas Kinerja Emiten harga cpo
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top