Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Harga Emas Memudar Usai Cetak Rekor Tertinggi 

Harga emas kini rawan terkoreksi ke bawah level US$1.800 per troy ounce. Padahal, pekan lalu, harga emas menyentuh level tertinggi di US$1.820 per troy ounce.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 12 Juli 2020  |  01:00 WIB
Tumpukan emas batangan. - Bloomberg
Tumpukan emas batangan. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Harga emas mulai mengendur setelah mencetak rekor tertinggi pada Rabu (8/7/2020) lalu. Sepanjang tahun berjalan (year to date), harga emas telah mencetak imbal hasil lebih dari 13 persen. 

Berdasarkan data Bloomberg, harga emas berjangka Comex untuk kontrak Agustus 2020 terpantau turun 0,11 persen menjadi US$1.801,9 per troy ounce pada penutupan Jumat (10/7/2020) Waktu New York atau Sabtu (11/7/2020) Waktu Jakarta.

Sepanjang perdagangan Jumat, harga emas Comex menyentuh level tertinggi di US$1.816 per troy ounce. Harga emas mencetak rekor pada Rabu pekan lalu setelah menyentuh level US$1.820,60 per troy ounce.

Sementara itu, harga emas di pasar spot juga ditutup melemah 0,27 persen ke posisi US$1.798,70 per troy ounce. Harga emas di pasar spot mencapai level tertinggi dalam lima tahun terakhir pada Rabu lalu setelah menyentuh US$1.808,90 per troy ounce.

Kendati harga emas turun, posisi harga emas berjangka masih bertahan di level US$1.800 per troy ounce. Sementara itu harga emas di pasar spot sudah terperosok ke level di bawah US$1.800 per troy ounce.

Monex Investindo Futures melansir, harga emas masih bisa bertahan di level US$1.800 per troy ounce karena dipicu oleh dua sentimen. Dikutip dari laporan Monex,harga emas belum longsor karena data indeks harga produsen di Amerika Serikat sebesar -0,2 persen mencerminkan tingkat inflasi di negeri tersebut melambat.

Di samping itu, kekhawatiran tentang pertumbuhan kasus baru Covid-19 juga belum menghilangkan ketidakpastian sehingga aset aman seperti emas tetap diburu. Untuk diketahui lebih dari tiga juta orang di AS terinfeksi virus corona. 

“Harga emas berpotensi alami kenaikan lebih lanjut menguji level 1.820 selama harga terus mampu  bertahan di atas level support 1.800,” tulis Mone dalam laporannya. 

Sementara itu, di dalam negeri, harga emas juga bergerak naik dalam sepekan terakhir. Harga emas 24 karat antam misalnya, naik dari Rp930.000 per gram di 5 Juli 2020 menjadi Rp937.000 di 11 Juli 2020. 

Dalam sepekan terakhir, harga emas paling tinggi dibanderol pada 9 Juli 2020 sebesar Rp940.000. Adapun dalam tahun berjalan, harga emas Antam untuk ukuran 1 gram bergerak naik 21,56 persen.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Emas Hari Ini Harga Emas Antam harga emas comex
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top