Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jelang Public Expose, Saham Bank Jago (ARTO) Melesat 4 Persen

Dalam setahun terakhir, saham Bank Jago sudah mengalami kenaikan 1.596 persen.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 09 Juli 2020  |  09:45 WIB
Halaman muka website resmi PT Bank Jago Tbk.
Halaman muka website resmi PT Bank Jago Tbk.

Bisnis.com, JAKARTA - Harga saham PT Bank Jago Tbk. melesat hampir 5 persen pada awal perdagangan Kamis (9/7/2020). Kenaikan harga terjadi berbarengan dengan rencana paparan publik insidentil hari ini pukul 14.00 WIB.

Berdasarkan data Bloomberg, harga saham Bank Jago dibuka di posisi 2.750 dan naik 110 poin atau 4,03 persen ke posisi 2.840 dari harga penutupan sebelumnya. Saham berkode ARTO itu terpantau bergerak di kisaran 2.750-2.950.

Saham ARTO diperdagangkan sebanyak 255.900 lembar dengan frekuensi 197 kali. Kenaikan saham ARTO di awal perdaganan sudah cukup mengerek kapitalisasi pasar menjadi Rp30,83 triliun.

Dakam catatan Bisnis, lonjakan harga saham Bank Jago tidak terpaut jauh setelah pembukaan suspensi sementara saham perseroan pada 6 Juli 2020. Sejak 2019, saham Bank Jago sedikitnya telah disuspensi sementara sebanyak lima kali karena pergerakan harga yang volatil.

Secara tahunan, saham ARTO sudah mengalami kenaikan 1.596 persen. Adapun dalam sebulan terakhir harga saham Bank Jago naik 137 persen.

Untuk diketahui, hari ini manajemen Bank Jago akan menggelar paparan publik insidentil. Berdasarkan jadwal yang diumumkan perseroan, acara digelar secara virtual mulai pukul 14.00.

Manajemen akan memaparkan rencana bisnis pascaakuisisi dan penambahan modal oleh investor baru, yaitu Metamorfosis Ekosistem Indonesia (MEI) dan Wealth Track Technology Limited.

Berdasarkan publikasi Bank Jago, per Maret 2020 aset perseroan naik 179 persen menjadi Rp1,2 triliun seiring tambahan setoran modal dari pemegang saham baru di Desember 202119. Penyaluran kredit juga naik menjadi Rp310 miliar dari posisi Rp285 miliar di Desember 2019.

Menurut manajemen, pasca akuisisi, Bank Jago akan bertransformasi menjadi bank berbaasi teknologi. Hal ini memerlukan investasi yang signifikan di
bidang Teknologi Informasi dan peningkatan jumlah dan kapabilitas sumber daya manusia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bank Artos
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top