Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Prospek Pelayaran Global Masih Mendung, Bagaimana Peringkat Emiten Asal Indonesia?

Moody’s mempertahankan prospek negatif untuk industri pelayaran global karena pasokan diestimasi akan melampaui permintaan hingga 2021 mendatang.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 08 Juli 2020  |  11:00 WIB
Tanker pengangkut minyak. - Bloomberg
Tanker pengangkut minyak. - Bloomberg

Bisnis.com,JAKARTA — Lembaga pemeringkat  Moody’s Investors Service memprediksi agregat kinerja perusahaan pelayaran global akan mengalami penurunan dalam 12 bulan hingga 18 bulan ke depan. Hal itu tercermin dari prediksi laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) yang lebih rendah dari taksiran awal.

Dalam publikasi yang dikutip Rabu (8/7/2020), Moody’s mempertahankan outlook atau prospek negatif untuk industri pelayaran global. Keputusan itu mencerminkan pandangan pasokan akan secara signifikan melebihi permintaan di segmen bisnis utama untuk 2020 dan bertahan hingga 2021.

“Agregat EBITDA dari perusahaan pelayaran yang kami peringkat secara global akan menurun secara signifikan selama 12 hingga 18 bulan ke depan,” tulis Tim Analis Moody’s.

Ekspektasi penurunan agregat EBITDA sejalan dengan karantina atau lockdown akibat penyebaran pandemi Covid-19. Kebijakan itu telah berdampak terhadap penurunan perekonomian.

Proyeksi Moody’s untuk penurunan agregat EBITDA perusahaan industri pelayaran global sebesar 16 persen hingga 18 persen pada 2020 melebar dari sebelumnya 6 persen hingga 10 persen. Lembaga pemeringkat internasional itu memprediksi ekonomi global menyusut pada 2020 dan pemulihannya menjadi panjang dan bergelombang.

“Kami pikir pasokan mungkin melebihi permintaan secara signifikan di segmen dry bulk dan kontainer dengan tanker membantu sementara dislokasi di pasar minyak. Prospek kami untuk industri pengiriman global telah negatif sejak Maret 2020,” papar Moody’s.

Moody’s memberikan outlook negatif untuk segmen dry bulk dan kontainer industri pelayaran global. Sementara itu, outlook untuk segmen tanker masih dipertahankan stabil.

Adapun, Moody’s akan mempertimbangkan revisi prospek industri pelayaran global menjadi stabil apabila kelebihan pasokan kapal menurun secara material. Dengan demikian, pertumbuhan pasokan pelayaran tidak melebihi pertumbuhan permintaan lebih dari 2 persen secara agregat tahun ke tahun.

Moody’s memeringkat dua perusahaan pelayaran asal Indonesia yakni PT PT Soechi Lines Tbk. (SOCI) dan PT Buana Lintas Lautan Tbk. (BULL). 

Untuk SOCI, peringkat yang disematkan adalah B1 dengan outlook negatif. Selanjutnya, BULL mendapatkan peringkat kredit B1 dengan outlook stabil.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pelayaran
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top