Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Saham Teknologi Dorong Bursa AS Meroket, Nasdaq Cetak Rekor Baru

Pergerakan bursa saham Amerika Serikat berakhir naik tajam pada perdagangan Senin (6/7/2020), dengan indeks Nasdaq Composite mencetak rekor level tertinggi barunya.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 07 Juli 2020  |  05:45 WIB
Tanda Wall Street tampak di depan Bursa Efek New York (NYSE) di New York, AS. - Michael Nagle / Bloomberg
Tanda Wall Street tampak di depan Bursa Efek New York (NYSE) di New York, AS. - Michael Nagle / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan bursa saham Amerika Serikat berakhir naik tajam pada perdagangan Senin (6/7/2020), dengan indeks Nasdaq Composite mencetak rekor level tertinggi barunya.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks S&P 500 ditutup menanjak 1,59 persen atau 49,71 poin ke level 3.179,72, kenaikan hari perdagangan kelima berturut-turut.

Sejalan dengan S&P, indeks Dow Jones Industrial Average melesat 1,78 persen atau 459,67 poin ke level 26.287,03 dan indeks Nasdaq Composite ditutup melonjak 2,21 persen atau 226,02 poin ke posisi 10.433,65.

Indeks S&P membukukan rangkaian kenaikan terpanjangnya sejak Desember, setelah saham Amazon.com naik menembus US$3.000 untuk pertama kalinya. Adapun, saham Tesla Inc. memperpanjang penguatan selama lima hari menjadi lebih dari 40 persen.

Berbanding terbalik dengan penguatan saham, dolar AS melemah untuk hari kelima beruntun menuju level terendah sejak 10 Juni ketika sentimen positif untuk aset berisiko menggerus permintaan untuk aset-aset safe haven.

Pasar saham global memulai pekan ini dengan mood yang optimistis setelah editorial halaman depan di China Times Securities pada Senin mengatakan bahwa mendorong pasar bullish yang "sehat" pascapandemi Covid-19 sekarang lebih penting bagi perekonomian ketimbang sebelumnya.

Indeks Shanghai Composite membukukan kenaikan terbesar sejak 2015, sehingga mendorong semangat bullish di seluruh dunia meskipun investor terus waspada terhadap peningkatan laju infeksi Covid-19 yang menyapu sebagian wilayah AS.

“Investor telah mengetahui bahwa seburuk-buruknya ekonomi di AS, tidak seburuk yang diperkirakan pada Maret dan April,” tutur co-chief executive officer di Essex Investment Management Nancy Prial.

“Pasar telah mulai merasakan bahwa kita mungkin melihat hasil yang lebih baik daripada yang diantisipasi secara luas di berbagai perusahaan,” tambahnya, dilansir dari Bloomberg.

Indeks MSCI World saat ini berada di level tertinggi sejak awal Juni dan investor memiliki keyakinan pada pemulihan ekonomi yang didukung oleh stimulus pemerintah.

Tapi ada jalan panjang yang harus ditempuh sebelum ekonomi kembali normal. Goldman Sachs Group Inc. memangkas estimasi untuk pertumbuhan AS untuk kuartal berjalan. Selain itu, pengeluaran konsumen tampaknya akan mandek bulan ini dan berikutnya.

Namun, ekonom Goldman Sachs yang dipimpin oleh Jan Hatzius melihat bukti atas kemungkinan untuk melanjutkan aktivitas. Sementara itu, perubahan perilaku masyarakat seperti memakai masker juga akan membantu.

Sejalan dengan bursa AS, indeks Stoxx Europe 600 naik tajam sekitar 1,6 persen, indeks MSCI Asia Pacific menguat 2,2 persen, dan indeks MSCI Emerging Market melonjak 2,6 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dolar as bursa as amazon.com
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top