Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Alfamart (AMRT) Proyeksi Penurunan Omzet Tipis pada Kuartal II/2020

Franchise Director Sumber Alfaria Trijaya Peter Suryadi mengatakan efek pandemi Covid-19 berpengaruh sangat signifikan terhadap perusahaan.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 06 Juli 2020  |  20:37 WIB
Gerai  Alfamart - JIBI/Endang Muchtar
Gerai Alfamart - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten ritel PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT), pengelola gerai Alfamart, Alfamidi hingga Lawson Indonesia memproyeksikan adanya penurunan pendapatan pada kuartal II/2020, tepat pada masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) berlangsung

Franchise Director Sumber Alfaria Trijaya Peter Suryadi mengatakan efek pandemi Covid-19 berpengaruh sangat signifikan terhadap perusahaan. Penjualan pada kuartal II/2020 diperkirakan terkoreksi dibandingkan kuartal I/2020.

“Tapi kami mampu beroperasi normal dengan beberapa pembatasan. Namun, total penjualan pada kuartal kedua (diproyeksikan) menurun 2,7 persen dibandingkan dengan kuartal pertama tahun ini,” ungkap Peter dalam pemaparannya di forum Verdhana Sekuritas, Senin (6/7/2020).

Terlebih, jika total penjualan kuartal kedua dibandingkan dengan capaian kuartal kedua tahun lalu, yang mana periode Idul Fitri yang sama-sama jatuh pada periode tersebut membuat kinerja keuangannya kian domplang.

“Apalagi jika dibandingkan dengan penjualan selama bulan Juni (Idul Fitri tahun 2019 jatuh pada bulan Juni) secara tahunan terdapat penurunan 8 persen. Hal ini dikarenakan penutupan banyak bisnis di beberapa area karena PSBB dan pembatasan jam kerja di hampir seluruh wilayah di Indonesia,” jelasnya.

Terkait pertumbuhan penjualan dengan gerai yang sama atau same store sales growth (SSSG), Peter mengatakan perseroan masih mencatatkan performa yang cukup kuat sepanjang semester I/2020 dengan kenaikan sebesar 8,4 persen year-on-year.

Kendati demikian, pada kuartal II/2020, terjadi penurunan SSSG sebesar 11 persen secara tahunan yang ditandai sebagai rekor penurunan SSSG perseroan terdalam selama 10 tahun terakhir. Di sisi lain, sepanjang tahun berjalan, hingga Juni 2020, SSSG perseroan turun 2,7 persen secara tahunan.

“Menarik untuk tahu kalau SSSG itu hanya berdasarkan pada penjualan untuk toko yang sama yang beroperasi setelah 1 tahun. Sementara, kami menambah toko setiap hari. Sejak Juli tahun lalu sampai Juni tahun ini kami sudah menambah 700 toko,” ungkapnya.

Di samping itu, perseroan juga mengalami penurunan pendapatan dikarenakan kehadiran kios kecil dan warung yang berkontribusi kurang dari 5 persen dari total penjualan.

Namun, perseroan menyatakan penjualan daring terus meningkat ditandai dengan kenaikan kontribusi supplier dalam 6 bulan terakhir.

“Kita tahu perubahan perilaku konsumen tidak hanya berdasarkan basket size tetapi juga bagaimana orang membelanjakan uangnya. Seperti contoh kita melihat penurunan penjualan rokok bahkan sebelum pandemi (karena kenaikan harga eceran), juga produk minuman yang menurun selama PSBB karena orang banyak di rumah,” jelasnya.

Ia pun menekankan selama pandemi memang terdapat kenaikan penjualan produk kesehatan, hand sanitizer, multivitamin, bumbu masakan, hingga desinfektan.

Sebagai gambaran, emiten berkode saham AMRT tersebut mencatatkan kenaikan pendapatan 15,67 persen secara tahunan menjadi Rp19,33 triliun pada kuartal pertama tahun ini.

Perseroan juga membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp350,4 miliar, naik signifikan 73,72 persen secara tahunan pada periode tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten alfamart sumber alfaria trijaya
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top