Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Produk Apa yang Paling Banyak Dibeli Konsumen Alfamart Selama Pandemi?

Dalam periode selama pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), Alfamart Branch Cileungsi menunjukkan perubahan tren konsumsi pengunjungnya sepanjang pandemi.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 06 Juli 2020  |  17:52 WIB
Pramuniaga melayani konsumen di salah satu mini market di kawasan Jakarta Timur, Jumat (1/3/2019). - ANTARA/Dhemas Reviyanto
Pramuniaga melayani konsumen di salah satu mini market di kawasan Jakarta Timur, Jumat (1/3/2019). - ANTARA/Dhemas Reviyanto

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten ritel PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT), pemegang lisensi gerai Alfamart, Alfamidi, dan Alfa Express menyajikan data pembelian produk yang paling banyak dibeli konsumennya sepanjang kuartal II/2020.

Dalam periode selama pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), Alfamart Branch Cileungsi yang memiliki total 665 toko Alfamart yang didominasi 194 toko di Jakarta Timur dan 167 toko di Kota Bekasi menunjukkan perubahan tren konsumsi pengunjungnya sepanjang pandemi.

Sudarman Muhammad, Brand Manager Cileungsi Branch Sumber Alfaria Trijaya, menyebutkan selama masa pandemi konsumen lebih banyak membeli produk kebutuhan sehari-harinya dalam jumlah besar, sehingga pertumbuhan basket size per konsumen juga mengalami kenaikan.

Produk dengan kategori makanan kaleng terpantau mengalami pertumbuhan paling tinggi sebesar 45,79 persen, diikuti bumbu masakan seperti penyedap, garam dan lain-lain yang bertumbuh sebesar 37,37 persen selama kuartal II/2020.

Di sisi lain, produk cokelat, tisu, dan roti mengalami penurunan paling signifikan dalam periode yang sama.

Adapun, empat kategori yang masih bertumbuh selama dan setelah masa PSBB yakni es krim, produk diary, obat-obatan luar dan kontrasepsi, serta insektisida.

“Kami mengamati produk second tier dengan harga yang lebih rendah mengalami pertumbuhan paling tinggi seperti produk sabun Nuvo mengalami peningkatan penjualan sebesar 50 persen, dibandingkan produk sabun Lifebuoy sebesar 10 persen,” ungkap Sudarman dalam pemaparannya pada forum Verdhana Sekuritas bersama perseroan, Senin (6/7/2020).

Perusahaan juga memfasilitasi konsumen yang memiliki daya beli rendah dengan promosi produk yang ditandai dengan pertumbuhan penjualan item promosi lebih dari 30 persen setiap bulannya.

Adapun, kebutuhan pokok, produk kesehatan dan obat-obatan menjadi prioritas konsumen selama pandemi.

Untuk diketahui, emiten berkode saham AMRT tersebut mencatatkan kenaikan pendapatan 15,67 persen secara tahunan menjadi Rp19,33 triliun pada kuartal pertama tahun ini.

Sumber Alfaria Trijaya juga membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp350,4 miliar, naik signifikan 73,72 persen secara tahunan pada periode tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten alfamart sumber alfaria trijaya Virus Corona
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top