Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Operasional Terimbas Covid-19, Begini Proyeksi Kinerja Alfamart (AMRT)

Sumber Alfaria Trijaya menyatakan pandemi Covid-19 berdampak pada pembatasan operasional seiring dengan penerapan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 27 Mei 2020  |  19:18 WIB
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk di Kantor Pusat Alfamart Tangerang, Kamis (16/05/2019). - Istimewa
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk di Kantor Pusat Alfamart Tangerang, Kamis (16/05/2019). - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten ritel PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) memprediksi pertumbuhan laba bersih akan mencapai di bawah 25 persen hingga akhir April 2020. Proyeksi tersebut merupakan perkiraaan setelah menilai dampak pandemi Covid-19 terhadap kinerja perseroan.

Berdasarkan keterangan resmi perseroan di laman keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (27/5/2020), perseroan juga memperkirakan penurunan total pendapatan konsolidasi untuk periode yang berakhir pada 31 Maret 2020 hanya kurang dari 25 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Merujuk pada data laporan keuangan per 31 Maret 2019, perseroan mencatatkan raihan pendapatan sebesar Rp16,71 triliun dan laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp201,7 miliar.

Berdasarkan perkiraan tersebut, pendapatan perseroan bisa saja terkoreksi hingga Rp4,18 triliun. Namun, laba bersih perseroan meningkat hingga Rp50,43 miliar.

Emiten yang mengoperasikan jaringan mini market Alfamart, Alfamidi dan Alfa Express tersebut juga menyatakan pandemi Covid-19 berdampak pada pembatasan operasional.

“Pembatasan waktu operasional gerai berdasarkan Perda setempat,” tulis manajemen, Rabu (27/5/2020).

Dengan perkiraan pembatasan operasional selama satu hingga tiga bulan, perseroan memprediksi kontribusi pendapatan dari kegiatan operasional yang mengalami pembatasan hanya kurang dari 25 persen total pendapatan konsolidasi untuk tahun buku 2019.

Di sisi lain, saat ini perseroan memiliki total 124.531 karyawan berstatus tetap dan tidak tetap. Menariknya, tidak ada satu pun karyawan yang terdampak secara status dan finansial baik itu pengambilan keputusan untuk dilakukan pemutusan hubungan kerja, dirumahkan atau dipotong gajinya.

Sumber Alfaria Trijaya juga mengambil langkah konkret untuk mempertahankan kelangsungan usahanya seperti menjalankan operasional setiap gerai dan juga pusat distribusi dengan mematuhi pada protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah.

Emiten berkode saham AMRT tersebut juga memastikan distribusi barang-barang kebutuhan pokok ke setiap gerai dapat berjalan dengan lancar sehingga kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi.

“Di tengah pandemi covid-19 ini, perseroan juga menggalakkan belanja online yang dapat diakses melalui daring alfacart.com, atau dapat melalui aplikasi alfagift dan juga dapat melalui aplikasi whatsapp, hal ini diharapkan dapat membantu dan memudahkan konsumen sehingga tetap dapat di rumah saja,” pungkas manajemen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

alfamart covid-19
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top