Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Asosiasi Bursa Eropa Tolak Persingkat Jam Perdagangan

Federation of European Securities Exchanges (FESE), yang mewakili sejumlah otoritas bursa termasuk Deutsche Boerse AG dan Euronext NV, mengatakan bahwa pemangkasan jam perdagangan akan berdampak buruk bagi pasar modal dan investor di Eropa.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 01 Juli 2020  |  08:23 WIB
Bursa Efek Frankfurt, Jerman - Bloomberg
Bursa Efek Frankfurt, Jerman - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Asosiasi otoritas bursa saham di Eropa menolak usulan untuk mempersingkat jam perdagangan saham di kawasan tersebut.

Dilansir dari Bloomberg, Federation of European Securities Exchanges (FESE), yang mewakili sejumlah otoritas bursa termasuk Deutsche Boerse AG dan Euronext NV, mengatakan pada Rabu (1/7/2020) bahwa pemangkasan jam perdagangan akan berdampak buruk bagi pasar modal dan investor di Eropa.

"Krisis Covid telah menunjukkan bahwa investor membutuhkan penyusunan harga yang transparan dan fleksibilitas untuk berdagang pada awal dan akhir hari. Bersinggungan dengan jam perdagangan di Asia dan AS dapat meningkatkan likuiditas," ungkap direktur jenderal FESE, Rainer Riess, seperti dikutip Bloomberg.

Penolakan tersebut dilakukan beberapa pekan setelah London Stock Exchange Group Plc mengatakan sebagian besar pelaku pasar yang disurvei lebih memilih jam perdagangan yang lebih pendek. LSE akan menunggu tanggapan dari bursa Eropa lain sebelum memutuskan akan mempersingkat jam perdagangan.

Saat ini, jam perdagangan di bursa London merupakan yang terpanjang di dunia. Perdagangan dibuka pukul 08.00 dan baru berakhir pada pukul 16.30 waktu setempat.

Sementara itu, konsultasi terbuka Euronext mengenai jam perdagangan ditutup 30 Juni. Seorang juru bicara mengatakan perusahaan akan merilis hasilnya bulan ini dengan penilaian rinci mengenai dampak dari setiap perubahan.

Juru bicara Deutsche Boerse mengatakan pihaknya sepenuhnya setuju dengan posisi FESE.

“Pasar modal Eropa memberikan fungsi penting bagi ekonomi riil. Jam perdagangan yang lebih pendek akan membatasi mekanisme transaksi dan pembentukan harga, serta risiko dan transfer aset,” ungkap juru bicara tersebut.

FESE juga mengatakan jam perdagangan di Eropa saat ini membuat investor dapat mengelola posisi dan risiko mereka sepanjang hari dan memungkinkan interaksi lebih dalam dengan pasar global lainnya.

“Lamanya hari perdagangan di Eropa tidak secara langsung memengaruhi jam kerja, karena perusahaan menyediakan layanan lain di luar pasar modal. Kesejahteraan karyawan dapat ditingkatkan dengan cara lain,” menurut FESE.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa eropa
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top