Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

REKOMENDASI SAHAM: Cermati Emiten Ini Besok, 29 Juni 2020  

IHSG pekan depan secara teknikal berada di jalur positif uptrend jangka menengah. Indeks terlihat terus menguji support moving average 20 hari.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 28 Juni 2020  |  13:05 WIB
Pengunjung melintas di dekat papan layar elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (22/6/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung melintas di dekat papan layar elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (22/6/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks harga saham gabungan akan menguji level resistance 5.000 pada sesi pertama pekan depan, Senin (28/6/2020).

Head of Research Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi menjelaskan bahwa secara teknikal IHSG masih  berada di jalur positif uptrend jangka menengah. Indeks terlihat terus menguji support moving average 20 hari.

Kami perkirakan IHSG akan bergerak terkonsolidasi pada awal pekan depan dengan support dan resistance 4.835—5.010,” ujarnya melalui riset yang dikutip, Minggu (28/6/2020).

Lanjar mengatakan indikator Stokastik bergerak bearish dengan momentum RSI yang masih terlihat melemah akan menahan pergerakan IHSG awal pekan secara teknikal. Kendati demikian, pergerakan masih cenderung positif selama kuat di atas uptrend line. 

Reliance Sekuritas Indonesia merekomendasikan saham-saham yang dapat dicermati antara yakni PT Aneka Tambang (persero) Tbk., atau ANTM, PT Bank Danamon Indonesia Tb. (BDMN), PT Harum Energy Tbk. (HRUM), PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI), PT Bukit Asam (persero) Tbk. (PTBA), PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR), dan PT Unilever Tbk. UNVR.

Pekan depan, investor juga  akan dihujani data indikator ekonomi awal bulan yakni indeks kinerja manufaktur PMI dan inflasi bulanan.

Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan mengatakan pergerakan IHSG masih akan cenderung terbatas. Menurutnya, investor masih khawatir setelah IMF memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global.

“Jumlah kasus harian covid-19 secara global yang semakin tinggi masih cukup mengkhawatirkan sehingga akan menyebabkan perekonomian tidak akan bisa pulih secara cepat,” paparnya.

Dia memprediksi IHSG melemah pada sesi Senin (29/6/2020). Indeks akan bergerak dengan level support pertama 4.877 dan kedua 4.850 selanjutnya resistance pertama 4.936 dan kedua 4.968.

Artha Sekuritas Indonesia memberikan rekomendasi hold untuk saham PT Surya Citra Media Tbk. (SCMA) dan PT Telkom Indonesia (persero) Tbk. (TLKM). Sementara itu, saham PT Pembangun Peruahan (persero) Tbk. (PTPP) direkomendasikan speculative buy.

 Sementara itu, Laju indeks harga saham gabungan (IHSG) kurang menggembirakan pekan lalu. Dari total lima sesi, indeks hanya menguat dua kali yakni sebesar 1,754 persen pada Rabu (24/6/2020) dan 0,150 persen pada Jumat (26/6/2020).

IHSG menutup akhir pekan lalu dengan naik 0,150 persen atau 7,358 poin ke level 4.904,088. Kapitalisasi pasar tercatat senilai Rp5.694,460 triliun.

Sisanya, IHSG harus berjibaku di zona merah dan mengakhiri sesi dengan pelemahan. Koreksi bahkan sempat mencapai 1,370 persen ke level 4.896,730 pada sesi Kamis (25/6/2020). 

Faktor meningkatnya kasus gelombang kedua Covid-19 di sejumlah negara menjadi penekan bursa saham global tidak terkecuali Indonesia. Selain itu, proyeksi Dana Moneter Internasional (IMF) terkait resesi yang jauh lebih dalam pada 2020 serta pemulihan lebih lambat turut menjadi sentimen negatif.  

Lainnya, IMF memprediksi produk domestik bruto (PDB) global akan menyusut 4,9 persen tahun ini atau lebih dalam dari proyeksi 3 persen yang dikeluarkan April 2020. Adapun, IMF memproyeksikan pertumbuhan hanya 5,4 persen pada 2021 atau turun dari prediksi sebelumnya 5,8 persen.

Prediksi itu menutupi katalis positif dari dalam negeri terkait rencana pemerintah melakukan penempatan dana Rp30 triliun di bank himpunan milik negara (Himbara) yang sebelumnya ditempatkan di Bank Indonesia (BI).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI rekomendasi saham
Editor : Anggara Pernando
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top