Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Moody’s Pangkas Peringkat dan Revisi Outlook Belasan Obligor Indonesia

Kinerja obligor yang melemah akibat dampak pandemi Covid-19 menjadi alasan utama Moody's untuk menurunkan peringkat maupun prospek korporasi asal Indonesia.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 24 Juni 2020  |  09:12 WIB
Moody's Investor Service
Moody's Investor Service

Bisnis.com,JAKARTA — Lembaga pemeringkat Moody’s Investors Service telah melakukan penurunan peringkat kredit atau downgrades serta merevisi outlook atau prospek sederet emiten asal Indonesia sejak Maret 2020. Penyebaran pandemi Covid-19 menjadi pemicu utama.

Moody’s baru saja merilis hasil tindakan pemeringkatan atau rating action untuk dua emiten badan usaha milik negara (BUMN) PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) pada Selasa (23/6/2020).  

Hasilnya, dua emiten pelat merah yang menjadi motor sejumlah pembangunan infrastruktur di Indonesia itu harus mengalami penurunan peringkat kredit. Moody’s menurunkan peringkat JSMR dari Baa2 menjadi Baa3. Prospek perusahaan tol milik negara itu masih dipertahankan negatif.

Nasib serupa dialami oleh WIKA yang mengalami penurunan peringkat corporate family rating (CFR) dari Ba2 menjadi Ba3. Bersamaan dengan itu, Moody’s juga mengubah prospekkontraktor pelat merah itu dari stabil menjadi negatif.

Secara garis besar, terdapat kesamaan alasan Moody’s menurunkan peringkat kredit dua emiten pelat merah itu. Penyebaran Covid-19 diperkirakan akan mempengaruhi pendapatan dan kondisi keuangan keduanya.

Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis hingga Rabu (24/6/2020), WIKA dan JSMR tidak sendirian. Moody’s telah melakukan penurunan peringkat dan merevisi sederet emiten lain asal Indonesia sejak Maret 2020 atau bertepatan mulai tersebarnya pandemi Covid-19 di dalam negeri.

Moody’s juga telah menurunkan CFR PT Modernland Realty Tbk. (MDLN) dari B3 menjadi Caa1 pada, Senin (22/6/2020). Lembaga pemeringkat itu menjelaskan bahwa penurunan peringkat mencerminkan ekpektasi arus kas perseroan akan turun signifikan karena gangguan Covid-19.

Adapun, Moody’s masih memberikan outlook negatif untuk seluruh peringkat perseroan. Keputusan itu menyusul risiko likuiditas tinggi di tengah kondisi pasar yang menantang untuk penggalangan dana.

Sepanjang kuartal II/2020, Moody’s total sebanyak dua kali melakukan penurunan peringkat MDLN. CFR perseroan juga telah diturunkan dari B2 menjadi B3 pada 8 April 2020.

Pada 20 Mei 2020, Moody’s melakukan revisi outlook dari stabil menjadi negatif untuk PT ABM Investama Tbk. (ABMM) dan PT Indika Energy Tbk. (INDY). Pemicunya, pelemahan harga batu bara thermal akibat penyebaran Covid-19.

Penurunan peringkat CFR dari B1 menjadi B2 juga harus dialami oleh PT Pan Brothers Tbk. (PBRX) pada April 2020. Dalam bulan yang sama, Moody’s juga merevisi prospek PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), kontraktor pertambangan entitas anak PT Delta Dunia Makmur Tbk. (DOID), menjadi negatif.

Awal Maret 2020, Moody’s bahkan menurunkan peringkat tiga emiten sekaligus yakni PT Alam Sutera Realty Tbk. (ASRI), PT Gajah Tunggal Tbk. (GJTL), dan PT Bumi Resources Tbk. (BUMI).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rating moody's
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top