Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sarat dengan Ujian, Kinerja Emiten Big Caps Dinilai Masih Bertaji

Sektor telekomunikasi dan konsumer dinilai bisa bertahan terhadap dampak pandemi. Selain itu, kinerja sektor perbankan disebut masih solid karena banyak mendapat stimulus dari regulator.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 20 Juni 2020  |  03:45 WIB
Pengunjung memotret layar monitor perdagangan Indeks Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (27/7/2020). Bisnis - Abdurachman
Pengunjung memotret layar monitor perdagangan Indeks Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (27/7/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten dengan kapitalisasi pasar jumbo alias big caps dinilai masih bisa mencetak cuan sepanjang kuartal II/2020 kendati sebagian diprediksi bakal mengalami penurunan laba. 

Kinerja emiten big caps diyakini masih solid kendati selama kuartal II/2020 perekonomian diperkirakan mengalami kontraksi akibat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan sejumlah kebijakan untuk membendung laju penyebaran virus corona (Covid-19). Menteri Keuangan Sri Mulyani sebelumnya menyatakan produk domestik bruto (PDB) akan mengalami kontraksi hingga -3,8 persen pada kuartal II/2020.

Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan kinerja para emiten kelas kakap ini akan mengikuti seberapa besar dampak yang menerjang sektor riil selama masa puncak pandemi Covid-19.

Hingga Jumat (19/6/2020), ada sepuluh emiten big caps dengan kapitalisasi pasar Rp104 triliun hingga Rp680 triliun. Posisi pertama masih ditempati PT Bank Central Asia Tbk. dan di urutan kesepuluh adalah PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk.

Dari kesepuluh emiten tersebut, Hans menyebut ada dua emiten yang berpotensi paling cuan di kuartal II/2020, yaitu PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. dan PT Unilever Indonesia Tbk. Kedua sektor yang digeluti emiten tergolong kebal terhadap dampak pandemi.

“Telekomunikasi kan jadi yang paling dibutuhkan selama WFH [work from home], jadi tentu [pendapatannya] baik. Kemudian sektor consumer juga permintaannya selalu tinggi,” tuturnya ketika dihubungi Bisnis, Jumat (19/6/2020).

Emiten lain yang masih bakal cukup moncer adalah produsen rokok HMSP. Seperti barang konsumsi, Hans menilai permintaan akan produk rokok tidak terdampak pandemi sehingga kinerja perseroan diproyeksikan masih akan positif.

Adapun terkait penutupan pabrik HMSP beberapa waktu lalu akibat ada karyawannya yang terjangkit Covid-19, Hans menyebut hal itu tidak akan terlalu berpengaruh signifikan karena fasilitas pabrik lain milik perseroan masih beroperasi.

“Apalagi ada protokol lima hari karantina itu kan, saya rasa mereka cukup baik menghadapi ini,” tambahnya.

Protokol yang dimaksud adalah kebijakan Sampoerna untuk mengkarantina produk mereka selama lima hari sebelum didistribusikan ke pasar. Hal ini untuk mengantisipasi paparan virus Covid-19 pada produk mereka.

Sementara itu untuk emiten perbankan, Hans menilai perbankan juga masih akan mencatatkan laba di kuartal II/2020 ini. Hal ini  ditopang oleh suntikan stimulus-stimulus dari pemerintah dan Bank Indonesia.

Namun, kata Hans, besar kemungkinan labanya akan tergerus alias tak sebesar periode sebelumnya. “Bisa laba karena mereka banyak dapat relaksasi kan, tapi pasti tertekan juga,” imbuhnya.

Sementara untuk ASII, Hans mengatakan kinerja emiten satu ini berpotensi cukup tertekan dan sulit membukukan laba mengingat bisnis otomotif sangat lesu selama pandemi berlangsung.

10 Emiten dengan Kapitalisasi Pasar Terbesar
EmitenKode SahamKapitalisasi Pasar

PT Bank Central Asia Tbk.

BBCARp680 triliun

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

BBRIRp379 triliun

PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk.

TLKMRp325 triliun

PT Unilever Indonesia Tbk.

UNVRRp307 triliun

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

BMRIRp225 triliun

PT HM Sampoerna Tbk. 

HMSPRp201 triliun

PT Astra International Tbk.

ASIIRp198 triliun

PT Chandra Asri Petrochemical Tbk.

TPIARp121 triliun

PT Barito Pacific Tbk.

BRPTRp105 triliun

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk.

ICBPRp104 triliun

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten big caps covid-19
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top