Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pasar Ekspor Kian Menantang, Begini Jurus Semen Indonesia (SMGR) Genjot Penjualan

Tahun lalu, Semen Indonesia mencatat penjualan ekspor sebanyak 4,8 juta ton. Upaya untuk menggenjot penjualan ekspor kini dinilai berat karena pendemi virus corona (Covid-19) telah menurunkan permintaan. Namun, Semen Indonesia menyiapkan dua strategi untuk menjaga pertumbuhan di pasar ekspor.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 19 Juni 2020  |  19:10 WIB
Pabrik semen PT Solusi Bangun Indonesia Tbk. di Narogong, Kabupaten Bogor. Solusi Bangun Indonesia merupakan entitas baru setelah PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. mengambil alih kepemilikan Semen Holcim dari Lafarge Cement. Adapun saat didirikan, perusahaan ini bernama Semen Cibinong. - solusibangunindonesia.com
Pabrik semen PT Solusi Bangun Indonesia Tbk. di Narogong, Kabupaten Bogor. Solusi Bangun Indonesia merupakan entitas baru setelah PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. mengambil alih kepemilikan Semen Holcim dari Lafarge Cement. Adapun saat didirikan, perusahaan ini bernama Semen Cibinong. - solusibangunindonesia.com

Bisnis.com, JAKARTA – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. tetap optimistis bisa mendulang pertumbuhan penjualan ekspor kendati pemasaran produk semen makin berat akibat dampak pandemi virus corona (Covid-19). 

Direktur Pemasaran & Supply Chain Semen Indonesia Adi Munandir mengatakan tantangan untuk mencapai target pertumbuhan menjadi lebih berat. Pasalnya, hal itu telah membuat permintaan di sejumlah negara tujuan ekspor melemah.

“Kami harapkan ada peningkatan dari 2019, itu jelas. Tapi kami pertimbangkan juga bahwa dampak dari pandemi Covid-19 terjadi di seluruh negara, sehingga beberapa negara mengalami penurunan demand,” katanya, Jumat (19/6/2020).

Berdasarkan data penjualan 2019, emiten berkode saham SMGR itu mencatatkan total penjualan konsolidasian sebesar 42,62 juta ton semen. Dari jumlah tersebut, 4,8 juta ton di antaranya merupakan penjualan ekspor.

Meski begitu, dia menerangkan perseroan telah mempersiapkan sejumlah strategi untuk mencapai target pertumbuhan penjualan ekspor tersebut, di antaranya penambahan kapasitas pabrik dan perluasan jaringan penjualan.

“Kami harapkan bisa membuka pasar baru di regional sehingga di tahun 2020 kita harap bisa lebih dari sekitar 4 juta ton pada tahun lalu, tapi balik lagi semua tergantung pada dinamika pasar dari pandemi Covid-19,” jelasnya.

Dia mengatakan perseroan akan terus melakukan analisis dan evaluasi terhadap dinamika yang terjadi di pasar global dan regional. Perseroan bersiap menangkap peluang pasar baru yang tersedia.

Hingga Mei 2020, total penjualan Grup Semen Indonesia mencapai 14,53 juta, turun 3,92 persen secara tahunan. Penjualan domestik Semen Indonesia dan Solusi Bangun Indonesia mencapai 11,87 juta ton (-7,15 persen), sedangkan ekspor 1,81 juta ton (+17,22 persen).

Sementara itu, penjualan semen TLCC mencapai 835.689 ton. Penjualan domestik TLCC sepanjang Januari—Mei mencapai 554.893 ton (+13,25 persen), sedangkan penjualan ekspor mencapai 298.796 ton (-3,44 persen).

Secara nasional, pada periode yang sama total penjualan semen di Indonesia mencapai 22,62 juta. Jumlah tersebut menurun 11,92 persen terhadap periode yang sama tahun lalu. Adapun, jumlah penjualan ekspor semen dari Indonesia tumbuh 3,03 persen menjadi 588.119 ton.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

semen indonesia Kinerja Emiten
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top