Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BI Pangkas Suku Bunga, Harga Obligasi RI Malah Melemah

Berdasarkan data Bloomberg, imbal hasil atau yield surat utang negara (SUN) tenor 10 tahun Indonesia parkir di level 7,132 persen pada, Kamis (18/6/2020) pukul 16:24 WIB. Posisi itu naik dari 7,122 persen pada akhir sesi, Rabu (17/6/2020).
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 18 Juni 2020  |  17:04 WIB
Ilustrasi OBLIGASI. Bisnis - Abdullah Azzam
Ilustrasi OBLIGASI. Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — Pergerakan yield surat utang negara tenor 10 tahun di pasar sekunder mengalami kenaikan setelah Bank Indonesia memutuskan untuk menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate 25 basis point.

Berdasarkan data Bloomberg, imbal hasil atau yield surat utang negara (SUN) tenor 10 tahun Indonesia parkir di level 7,132 persen pada, Kamis (18/6/2020) pukul 16:24 WIB. Posisi itu naik dari 7,122 persen pada akhir sesi, Rabu (17/6/2020).

Sementara itu, yield SUN tenor 5 tahun Indonesia mengalami penurunan dari 6,709 persen pada, Kamis (18/6/2020), menjadi 6,658 persen. Selanjutnya, yield SUN tenor 15 tahun Indonesia juga mengalami penurunan dari 7,630 persen menjadi 7,627 persen pada, Kamis (18/6/2020).

Adapun, yield SUN tenor 20 tahun Indonesia juga turun dari 7,646 persen menjadi 7,638 persen pada, Kamis (18/6/2020).

Sebagai catatan, pergerakan harga obligasi dan yield obligasi saling bertolak belakang. Kenaikan harga obligasi akan membuat posisi yield mengalami penurunan sementara penurunan akan menekan tingkat imbal hasil.

Seperti diketahui, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI), yang berlangsung pada 17 Juni 2020—18 Juni 2020, memutuskan untuk menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 4,25 persen. Sejak Juli 2019, bank sentral telah menurunkan suku bunga acuan sebesar 175 bps.

Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Ramdhan Ario Maruto mengatakan kebijakan pemangkasan suku bunga acuan seharusnya berdampak positif ke pasar obligasi Indonesia. Turunnya suku bunga acuan membuat surat utang semakin menarik.

“Ada potensi dana mengalir lebih besar ke pasar obligasi. Harga surat negara bisa reli,” ujarnya kepada Bisnis, Kamis (18/6/2020).

Ramdhan menyebut pemangkasan suku bunga acuan akan berdampak ke pergerakan yield SUN tenor 5 tahun dan 10 tahun. Kedua seri itu menurutnya paling likuid di pasar sekunder.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi Suku Bunga Obligasi Pemerintah
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top