Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mal Dibuka, Saham Sektor Restoran dan Ritel Merekah

Saham-saham emiten di sektor ritel mendapat angin segar dari pembukaan pusat perbelanjaan selepas masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Emiten di sektor ini diyakini bakal mendapat benefit besar dari pembukaan pusat perbelanjaan.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 15 Juni 2020  |  13:09 WIB
Area pintu masuk Pondok Indah Mall (PIM) di Jakarta Selatan. PIM merupakan salah satu portofolio pusat perbelanjaan yang dikelola PT Metropolitan Kentjana Tbk. - pondokindahgroup.co.id
Area pintu masuk Pondok Indah Mall (PIM) di Jakarta Selatan. PIM merupakan salah satu portofolio pusat perbelanjaan yang dikelola PT Metropolitan Kentjana Tbk. - pondokindahgroup.co.id

Bisnis.com, JAKARTA – Pembukaan 80 mal pada Senin (15/6/2020) nyatanya menaikkan gairah pasar untuk bertransaksi pada saham sektor restoran dan ritel.

Terpantau pada penutupan sesi pertama awal pekan ini, pergerakan saham emiten restoran PT Sarimelati Kencana Tbk. (PZZA) bergerak positif dengan persentase kenaikan tertinggi diantara semua emiten ritel dan restoran.

Saham emiten pemilik jaringan restoran Pizza Hut tersebut sudah melonjak 3,77 persen atau 30 poin ke level Rp825. Selain PZZA, saham emiten ritel PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk. (RALS) juga menguat 3,33 persen atau 20 poin ke level Rp620.

Tak mau kalah emiten ritel PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) dan PT Ace Hardware Indonesia Tbk. (ACES) juga mengekor dengan peningkatan sebesar 3,33 persen dan 3,06 persen.

Kendati demikian, emiten pengelola gerai Watson PT Duta Intidaya Tbk. (DAYA) terpantau masih berada di zona merah dengan persentase penurunan terbesar dari semua emiten ritel dan restoran yang terdaftar dalam indeks sebesar 6,25 persen.

Adapun, JAKTRADE, indeks perdagangan sektoral yang dihuni emiten ritel dan restoran hingga sesi pertama hari ini mengalami koreksi 0,17 persen atau 1,03 poin ke level 602,49.

Sebelumnya, Direktur PT Anugrah Mega Investama Hans Kwee menjelaskan emiten ritel kemungkinan akan mendapatkan keuntungan lebih besar dari sentimen pembukaan mal.

Dia menjagokan emiten PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) mengingat target pasar perseroan tertuju pada segmen menengah ke atas. Menurutnya, segmen tersebut diyakini yang akan memimpin penguatan daya beli saat ini.

Kemudian, saham lain yang memiliki potensi terkerek katalis positif tersebut adalah PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk. (RALS), PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF), dan PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) seiring dengan jumlah gerai yang sebagian besar berada di dalam pusat perbelanjaan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mall
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top