Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Lelang SUN pada Selasa (16/6/2020) Diproyeksi Capai Rp70 Triliun

Lelang SUN pada pekan ini masih akan tetap diminati oleh para investor asing.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 14 Juni 2020  |  14:41 WIB
Pialang memperhatikan Yield SUN Indonesia - Antara/Prasetyo Utomo
Pialang memperhatikan Yield SUN Indonesia - Antara/Prasetyo Utomo

Bisnis.com, JAKARTA – Tren kembali masuknya investor asing ke Indonesia melalui pasar obligasi kemungkinan akan berlanjut pada lelang Surat Utang Negara (SUN) Selasa besok. Meski demikian, tekanan pada pasar membuat upaya untuk kembali menembus angka penawaran Rp100 triliun cukup sulit.

Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Ramdhan Ario Maruto mengatakan lelang SUN pada pekan ini masih akan tetap diminati oleh investor asing. Para investor saat ini tengah mencari instrumen investasi yang stabil dan likuid untuk menaruh uangnya.

“Oleh karena itu, diperkirakan aliran modal asing masih akan tetap masuk ke Indonesia, walaupun tidak akan langsung dalam jumlah besar,” ujarnya saat dihubungi pada Minggu (14/6/2020) di Jakarta.

Selain itu, terjaganya minat juga didukung oleh sektor lain. Ramdhan menjelaskan pada lelang lusa, sektor perbankan juga akan aktif mengincar instrumen-instrumen atraktif seperti obligasi. Mereka juga tengah melakukan diversifikasi portofolio investasi guna memaksimalkan return.

Masuknya Bank Indonesia ke pasar obligasi primer juga dinilai dapat menjaga minat investor. Hal tersebut menandakan kehadiran pemerintah untuk mengakomodasi para investor di tengah kondisi ketidakpastian yang saat ini masih terjadi akibat pandemi virus corona.

Kendati cukup terjaga, Ramdhan memperkirakan lelang kali ini akan sulit untuk menembus angka Rp100 triliun seperti pada lelang sebelumnya. Pasalnya, menjelang akhir pekan kemarin, baik pasar obligasi maupun pasar saham mengalami tekanan yang cukup besar sehingga mengalami pelemahan.

Data dari World Government Bonds pada Minggu (14/6/2020) menyebutkan, tingkat imbal hasil obligasi benchmark Indonesia dengan tenor 10 tahun melemah ke posisi 7,327 persen. Catatan ini menunjukkan pelemahan sebesar 13,5 basis poin dibandingkan dengan tingkat imbal hasil pada 7 Juni 2020 yaitu 7,192 persen.

Pada lelang SUN 2 Juni lalu, pemerintah berhasil mengumpulkan angka penawaran sebesar Rp105,271 triliun. Jumlah tersebut merupakan angka penawaran terbesar kedua pada lelang SUN sepanjang 2020. Perolehan terbanyak didapat pada lelang 18 Februari 2020 sebesar Rp127,119 triliun.

Hal tersebut juga ditambah dengan nilai Rupiah yang tidak mampu melanjutkan tren penguatannya karena tekanan pada pasar. Meski demikian, Ramdhan menilai tekanan yang dialami pada pasar keuangan saat ini cenderung dinamis.

“Masih perlu melihat kondisi market pada Senin nanti. Angka penawaran lelang SUN lusa diperkirakan dapat berada di atas Rp70 triliun. Tetapi, untuk Rp100 triliun cukup sulit melihat kondisi sekarang,” katanya.

Sebelumnya, Pemerintah akan kembali melakukan lelang Surat Utang Negara (SUN) dalam mata uang Rupiah pada 16 Juni 2020 dan menargetkan pendapatan sebanyak Rp40 triliun.

Pemerintah akan mengeluarkan dua Surat Perbendaharaan Negara (SPN) yang merupakan keluaran terbaru dan lima Obligasi Negara. Dari penerbitan ketujuh SUN, pemerintah mematok target indikatif sebesar Rp20 triliun dan maksimal Rp40 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

surat utang negara lelang sun
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top