Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Akhir Pekan, Bursa Amerika Serikat Berhasil Rebound

Bursa saham Amerika Serikat berhasil rebound dari kejatuhan terbesarnya dalam 12 minggu terakhir.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 13 Juni 2020  |  08:25 WIB
Akhir Pekan, Bursa Amerika Serikat Berhasil Rebound
Suasana di Bursa Amerika Serikat - Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat berhasil rebound dari kejatuhan terbesarnya dalam 12 minggu terakhir.

Setelah bursa Amerika ditutup anjlok pada Kamis (11/6/2020), pasar tampaknya mulai bergairah dan menampung saham-saham dengan harga yang murah pada Jumat (12/6/2020) waktu setempat.

Di sisi lain, imbal hasil surat utang pemerintah bersamaan dengan dolar Amerika Serikat naik tipis.

Berdasarkan data Bloomberg, perusahaan real-estate, keuangan dan energi memimpin kenaikan indeks S&P 500. Sementara, operator cruise dan maskapai penerbangan menjadi pemberat indeks yang sementara melanjutkan tren pelemahannya.

Pada awal perdagangan Jumat (12/6/2020), transaksi di bursa sempat menurun setelah Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengumumkan risiko Covid-19 gelombang kedua untuk setiap negara yang mulai melakukan pelonggaran lockdown.

Pejabat tinggi di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat mengatakan negara bagian dan kota di Amerika Serikat kemungkinan besar harus melanjutkan pemberlakukan lockdown jika kasus positif Covid-19 melonjak.

Sementara bursa Amerika Serikat berangsur pulih pada penutupan perdagangan akhir pekan, tiga indeks utama Amerika Serikat sebelumnya diketahui mengalami kejatuhan terparah pada minggu ini di tengah kekhawatiran atas laju pemulihan ekonomi setelah masyarakatnya berbulan-bulan terkunci.

Arizona dan Oklahoma adalah negara-negara bagian Amerika Serikat yang melaporkan rekor kenaikan kasus tertinggi Covid-19 dalam satu hari setelah melakukan pelonggaran dalam sebulan terakhir. Sedang, Florida memiliki lompatan harian terbesar sejak 1 Mei lalu.

Di sisi lain, penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow mengatakan gelombang kasus baru belum muncul.

Kendati demikian, penasihat investasi senior Cornerstone Capital Shahnawaz Malik mengatakan kasus baru Covid-19 tidak lagi berdampak besar terhadap bursa Amerika Serikat.

“Investor hanya membeli saham yang murah dan mereka menikmatinya sekarang. Kita akan terus melihat volatilitas pasar sampai kita memiliki vaksin,” ujarnya.

Berikut ulasan pasar Jumat (13/6/2020):

Bursa

S&P 500 naik 1,3 persen pada penutupan pasar.

Indeks Stoxx Europe 600 menguat 0,3 persen.

MSCI Asia Pacific Index turun 1,2 persen.

 

Kurs

Indeks Spot Dollar Bloomberg menguat 0,1 persen.

Euro turun 0,4 persen menjadi 1,1256 per dolar AS.

Yen Jepang melemah 0,5 persen menjadi 107,36 per dolar AS.

 

Obligasi

Imbal hasil obligasi 10-tahun Amerika Serikat naik empat basis poin menjadi 0,71 persen.

Imbal hasil obligasi 10-tahun Jerman menurun tiga basis poin menjadi -0,44 persen.

Imbal hasil obligasi 10-tahun Inggris naik satu basis poin menjadi 0,208 persen.

Komoditas

Indeks Komoditas Bloomberg merosot 0,6 persen.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 0,1 persen menjadi US$36,38 per barel.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat bursa amerika
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top