Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Indeks Bisnis-27 : Daya Pikat Terus Memancar

Mayoritas anggota indeks Bisnis-27 masih mampu membukukan pertumbuhan pendapatan dan laba yang positif hingga kuartal I/2020. Rencana pemulihan aktivitas ekonomi dinilai menjadi angin segar bagi emiten.
Finna U. Ulfah dan Pandu Gumilar
Finna U. Ulfah dan Pandu Gumilar - Bisnis.com 03 Juni 2020  |  17:48 WIB
Karyawan beraktivitas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/5/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Karyawan beraktivitas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/5/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA — Wacana pemulihan kembali aktivitas ekonomi dengan protokol kenormalan baru dan fundamental emiten yang masih solid berpotensi menjadi sentimen positif yang mendorong kinerja indeks Bisnis-27 pada pertengahan 2020.

Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, 19 dari 27 emiten penghuni indeks Bisnis-27 sudah menyampaikan laporan keuangan per kuartal I/2020. Mayoritas emiten masih mampu membukukan pertumbuhan pendapatan dan laba yang positif. 

Bahkan, 12 emiten mampu mencetak margin laba bersih (net profi t margin/NPM) dobel digit pada 3 bulan pertama tahun ini. 

Di pasar modal, indeks Bisnis-27 menguat 1,04 persen pada Mei 2020. Penguatan itu lebih tinggi dari indeks harga saham gabungan yang naik 0,79 persen month-on-month ke level 4.753,61 pada akhir bulan lalu.Namun, IHSG dan indeks Bisnis-27 kompak merosot masing-masing -24,54 persen dan -28,45 persen secara year-to-date (ytd).

Analis Henan Putihrai Liza Camelia mengatakan penerapan new normal dapat mendorong kinerja sejumlah emiten.  Salah satunya emiten pertambangan batu bara. Dia pun memilih saham PT Adaro Energy Tbk. (ADRO) sebagai salah satu pilihan utama dalam penghuni indeks Bisnis-27.

Pada kuartal I/2020, ADRO tercatat mengantongi pendapatan US$750,46 juta dan laba bersih US$98,17 juta.

Alhasil, margin laba bersih emiten tambang batu bara itu mencapai 13,08 persen. Secara teknikal, lanjutnya, untuk sampai penutupan kuartal II/2020 emiten tambang itu masih berpotensi sampai ke target Rp1.500. “Namun dengan syarat level Rp1.200 bisa dilampaui dalam minggu ini,”ujarnya kepada Bisnis, Selasa (2/6/2020).

Liza menambahkan emiten pertambangan itu berkesempatan mendapatkan stimulus penjualan dengan harapan dibukanya kembali pabrik, sehingga diperlukan energi untuk menjalankan aktivitas.

Selain itu juga ada perbaikan harga minyak mentah, karena pemotongan produksi oleh negara OPEC+. Dia juga merekomendasikan emiten pelat merah PT Semen Indonesia Tbk. (SMGR). Pada kuartal I/2020, SMGR mencetak net profit margin 5,20 persen dengan pendapatan Rp11,15 triliun dan laba bersih Rp1,86 triliun.

 “Secara teknikal, SMGR juga berpotensi menuju target dari pattern double bottom di sekitar angka Rp11.100 sampai Rp11.300 dengan support saat ini yang lokasinya paling pas untuk buy on weakness adalah di sekitar Rp9.200 sampai Rp9.500.”

Senada, Analis Sucor Sekuritas Hendriko Gani juga menilai penerapan kenormalan baru bakal menjadi katalis positif kinerja saham konstituen indeks Bisnis-27. Dari 27 saham, dia menjagokan saham PT Gudang Garam Tbk. (GGRM), PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR), PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF), PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BBNI), dan PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA). 

“Jadi, selama laba masih naik ada potensi sahamnya mengalami kenaikan harga juga,” katanya.

Hendriko menambahkan GGRM bakal menguji Rp51.000 per saham selama masih bisa bertahan di atas Rp47.000. Adapun untuk UNVR dapat menuju Rp8.800, KLBF mencapai Rp1.500, BBNI menjadi Rp4.250 dan MIKA bisa menyentuh Rp2.650.

Head of Market Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana menambahkan kinerja keuangan emiten pada kuartal I/2020 belum mencerminkan sepenuhnya efek pandemi Covid-19, sehingga profitabilitas mayoritas emiten masih dipertahankan.

Kinerja perbankan diperkirakan membaik pada kuartal II/2020 seiring dengan kebutuhan pencadangan banyak perusahaan untuk menjaga likuiditas. Sektor saham lain yang cukup prospektif di dalam Indeks Bisnis-27 adalah barang konsumsi dan telekomunikasi. Dia pun merekomendasikan saham BBCA, TLKM, dan UNVR

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG indeks bisnis27
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top