Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pelita Samudera (PSSI) Cetak Kenaikan Pendapatan Usaha 9 Persen

Pertumbuhan pendapatan ini masih ditopang oleh sektor muatan apung dan pengangkutan yang membukukan omzet sebesar US$15,85 juta sepanjang kuartal I/2020.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 03 Juni 2020  |  10:06 WIB
Ilustrasi. Kapal tanker pengangkut minyak. - Bloomberg
Ilustrasi. Kapal tanker pengangkut minyak. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) mencatatkan pendapatan usaha sebesar US$19,3 juta pada kuartal I/2020, atau tumbuh tipis 9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Berdasarkan laporan keuangan interim dari laman IDX pada Rabu (3/6/2020), sektor muatan apung dan pengangkutan masih menjadi kontributor terbesar atas penerimaan PSSI, yakni sebesar US$15,85 juta.

Total pendapatan sewa berjangka naik sebesar 487 persen menjadi US$2,9 juta di kuartal I/2020 dari US$495 ribu di kuartal I/2019.

Kontribusi kenaikan pendapatan juga didapat dari segmen bulk carrier (MV) atau angkutan curah dengan kenaikan volume sebesar 80 persen dan tarif angkutan rata-rata yang lebih tinggi sebesar US$2,6 per metrik ton di kuartal I/2020 dibandingkan US$2,2 per metrik ton di kuartal I/2019.

Sementara itu, PSSI juga dapat menekan angka pinjaman bank jangka panjang menjadi US$15,392 juta dari sebelumnya US$16,63 juta pada periode sebelumnya. Perusahaan mengklaim telah melakukan pembayaran utang kepada United Overseas Bank Limited sebesar A$3,7 juta.

Adapun, United Overseas Bank Limited menyediakan fasilitas pinjaman dengan nilai maksimum sebesar AS$50 juta yang akan jatuh tempo pada bulan Desember 2020.

Sementara itu, PSSI juga mencatatkan penurunan laba bersih periode berjalan sebesar US$1,09 juta. Angka ini turun 50, 22 persen dari perolehan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak US$2,19 juta.

Manajemen juga mengatakan terdapat kerugian selisih kurs yang belum direalisasi sebesar US$641 ribu akibat depresiasi mata uang rupiah, serta kerugian instrumen derivatif yang belum direalisasi sebesar US$567 ribu.

Ditengah perlambatan perekonomian global dan regional akibat pandemi, perseroan memiliki posisi likuiditas dengan rasio lancar (current ratio) per 31 Maret 2020 sebesar 0,72 kali.

Secara struktur modal, posisi rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio) per 31 Maret 2020 mencapai 0,39 kali dibandingkan 0,38 kali di periode 31 Maret 2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pendapatan emiten pelayaran
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top