Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Terimbas Covid-19, Semen Baturaja (SMBR) Hentikan Operasional Satu Pabrik

Emiten semen PT Semen Baturaja Tbk. (SMBR) menghentikan operasional satu pabriknya akibat penundaan sejumlah proyek, sehingga mengganggu tingkat permintaan.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 03 Juni 2020  |  11:19 WIB
Terimbas Covid-19, Semen Baturaja (SMBR) Hentikan Operasional Satu Pabrik
Pabrik Semen Baturaja di Sumatra Selatan. - semenbaturaja.co.id
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten semen PT Semen Baturaja Tbk. (SMBR) mengakui kelangsungan usahanya terganggu akibat pandemi Covid-19 yang terus menggeliat yang pada akhirnya berdampak pada pembatasan operasional perseroan.

Melalui laman keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (2/6/2020), perseroan menyatakan perkiraan jangka waktu pembatasan operasional tersebut akan berlangsung hingga lebih dari 3 bulan.

“Untuk menghadapi Covid-19, perseroan menghentikan operasional salah satu pabrik di kota Baturaja dan memaksimalkan operasional pabrik yang lainnya,” tulis manajemen dalam keterangannya.

Emiten berkode saham SMBR tersebut juga memprediksi kontribusi pendapatan dari kegiatan operasional yang mengalami pembatasan sebesar 25 persen hingga 50 persen terhadap total pendapatan konsolidasi sepanjang tahun lalu.

Terkait tenaga kerja yang terdampak pandemi, Semen Baturaja yang saat ini memiliki total 975 karyawan menegaskan tidak ada karyawan yang terdampak baik status maupun kondisi finansial akibat penyebaran virus mematikan tersebut.

Namun, di sisi lain, emiten pelat merah tersebut menyebutkan pandemi akan berdampak pada pemenuhan kewajiban keuangan jangka pendek perseroan senilai Rp138,8 miliar.

“Strategi yang dilakukan untuk mempertahankan kelangsungan usaha: pertama, melakukan efisiensi proses produksi dengan hanya mengoperasikan satu pabrik terintegrasi. Kedua, melakukan pemotongan biaya tetap hingga 40 persen,” terang manajemen.

Selanjutnya, perseroan melakukan penundaan pelaksanaan belanja modal hingga 43 persen dan terakhir melakukan repackaging pinjaman.

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, Corporate Secretary Semen Baturaja Basthony Santri menyatakan penjualan perseroan terkoreksi sebesar 15 persen pada kuartal pertama tahun ini.

Menurutnya, penurunan penjualan hingga Maret terjadi seiring menurunnya permintaan semen akibat beberapa hal, salah satunya tertundanya sejumlah proyek pembangunan di area Sumatra bagian selatan (Sumbagsel).

Adapun data Asosiasi Semen Indonesia (ASI) mencatat, total penjualan semen di pasar domestik dan luar negeri sepanjang triwulan pertama tahun ini menurun 5,4 persen. Konsumsi dalam negeri terkoreksi 5 persen menjadi 14,9 juta ton, sedangkan ekspor melorot 10 persen menjadi 1,39 juta ton saja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

semen baturaja semen Kinerja Emiten
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top