Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sekilas tentang Bibit, Agen Reksa Dana yang 'Bersitegang' dengan Sinarmas

Pengguna Bibit tersebar di berbagai wilayah Indonesia dari 518 kota dan provinsi dari Aceh hingga Papua, dengan demografi lebih dari 90 persen di bawah usia 35 tahun
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 28 Mei 2020  |  14:29 WIB
Tangkapan layar halaman muka bibit.id
Tangkapan layar halaman muka bibit.id

Bisnis.com, JAKARTA — Belakangan ini agen penjual efek reksa dana (APERD) daring, Bibit.id, tengah ramai diperbincangkan. Sebenarnya seperti apa profil APERD satu ini?

Bibit sendiri merupakan salah satu aplikasi reksa dana paling populer di Indonesia. 

Di Playstore, Bibit jadi yang paling banyak diunduh dibanding aplikasi sejenisnya yakni lebih dari 500.000 kali dan mendapat rating 4,6. Sementara di AppleStore rating-nya 4,8 dan menempati urutan ke 13 aplikasi finansial paling banyak diunduh. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun Bisnis, Bibit merupakan transformasi dari Bibitnomic, platform tabungan investasi yang diakuisisi oleh Stockbit, pada Oktober 2018 lalu. Adapun peluncuran platform tersebut dengan menggunakan nama Bibit ke publik pada Januari 2019.

Pengguna Bibit tersebar di berbagai wilayah Indonesia dari 518 kota dan provinsi dari Aceh hingga Papua, dengan demografi lebih dari 90 persen di bawah usia 35 tahun Sebagian besar pengguna tinggal di daerah Jabodetabek.

Berdasarkan wawancara bersama Bisnis pada Maret 2020 lalu, CEO Bibit kala itu, Wellson Lo, menjelaskan Bibit merupakan marketplace atau lokapasar yang menjual produk-produk reksa dana. 

Namun tak sekadar menjual produk, Bibit juga dilengkapi robo advisor yang dapat membantu memudahkan orang untuk berinvestasi dengan menggabungkan elemen financial advisor dan financial planning.

Robo advisor ini akan membantu investor untuk mengkalkulasikan serta memilih jenis investasi, baik berdasarkan profil risiko investor, target investasi, hingga tujuan hidup sang investor.

“Robo advisor kami juga sudah cukup pintar bisa mengetahui profil agresif atau konservatif dari setiap investor. Jadi, apakah tujuannya untuk jangka pendek atau jangka panjang nanti akan disesuaikan,” tutur Wellson.

Adapun sasaran utama Bibit adalah menjadi aplikasi yang memudahkan investasi bagi investor pemula. Sejalan dengan itu, investasi di Bibit dimulai dari Rp10.000 saja dan memiliki banyak opsi pembayaran, termasuk via dompet elektronik seperti Go-Pay.

“Reksa dana ini kami lihat sesuatu yang simpel, mereka dapat memulai investasi dengan benar, bahkan tanpa pengalaman,” tambahnya.

Sejauh ini, Bibit telah menjual sekitar 100 lebih produk reksa dana dari 18 manajer investasi, antara lain PT Majoris Asset Management, PT Pinnacle Investment Indonesia, PT Batavia Prosperindo, PT Sucor Asset Management, PT Manulife Asset Management Indonesia, PT Sinarmas Asset Management, dan lainnya. 

Wellson menyebut pihaknya melakukan seleksi ketat untuk memilih produk yang akan dijual di Bibit sehingga kualitas lebih diutamakan dibanding kuantitas produk. Pun, salah satu pertimbangan penting adalah rekam jejak kinerja produk reksa dana tersebut.

“Kami lebih memilih reksa dana yang memiliki track record yang tepercaya, mengingat user kami adalah investor ritel pemula. Bagi kami, membangun kepercayaan investor adalah nomor satu,” ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

reksa dana
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top