Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Saham Hong Kong Tergelincir Ke Level Terendah Sejak Krisis 2008

MSCI Hong Kong Index turun sebanyak 6,2 persen pada Jumat (22/5/2020), yang akan menjadi kemerosotan terbesar sejak Oktober 2008. Saham perusahaan real estat mencatatkan kinerja terburuk di tengah kekhawatiran arus keluar investasi asing.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 22 Mei 2020  |  13:38 WIB
Bursa Hong Kong
Bursa Hong Kong

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa Hong Kong menuju kerugian terburuk sejak krisis keuangan global setelah Beijing mengumumkan niatnya untuk memberlakukan undang-undang keamanan nasional di kota itu, yang dapat memicu putaran baru ketegangan dengan Amerika Serikat.

Dikutip dari Bloomberg, MSCI Hong Kong Index turun sebanyak 6,2 persen pada Jumat (22/5/2020), yang akan menjadi kemerosotan terbesar sejak Oktober 2008. Saham perusahaan real estat mencatatkan kinerja terburuk di tengah kekhawatiran arus keluar investasi asing.

Saham Sino Land Co dan Link REIT ikut jatuh ke level terbesar sejak 2008. Dolar Hong Kong sedikit lebih tinggi setelah jatuh paling ke level enam minggu pada Kamis (21/5/2020) malam. Sino Land, Link REIT, Wharf Real Estate Investment Co dan New World Development Co anjlok lebih dari 8 persen.

Hukum keamanan yang baru mengatur tentang campur tangan asing dan terorisme, bertujuan mengamankan kota berpenduduk 7,5 juta itu sejak wabah corona dilaporkan pada Januari 2020. Ketidakpastian juga dapat memacu warga dan investor untuk memarkir uang mereka di luar kota, tren yang terlihat tahun lalu.

"Ketegangan lokal dapat memicu ketegangan China-A.S dan yang terakhir jauh lebih menegangkan untuk sentimen pasar dan ekonomi makro," kata Kenny Wen, ahli strategi di Everbright Sun Hung Kai Co. Ltd.

China akan meningkatkan keamanan nasional di Hong Kong, kata Perdana Menteri Li Keqiang, sehari setelah China mengumumkan rencana dramatis untuk mengendalikan perbedaan pendapat dengan menulis undang-undang baru ke dalam piagam kota.

Presiden AS Donald Trump mengatakan hari Kamis bahwa AS akan "mengatasi dengan sangat kuat" setiap tindakan keras Hong Kong. Dua senator AS juga mengusulkan RUU dua partai yang akan memberikan sanksi kepada penegak hukum yang diusulkan.

Menteri Luar Negeri Michael Pompeo telah menunda laporan tahunan tentang apakah Hong Kong masih menikmati "otonomi tingkat tinggi" dari Beijing, mengatakan kepada wartawan minggu ini bahwa ia "mengamati dengan cermat apa yang terjadi di sana."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bursa Asia hong kong bursa hong kong

Sumber : bloomberg

Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top