Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Akibat Corona, Jaya Ancol (PJAA) Rugi Rp10 Miliar

Pendapatan Jaya Ancol tsepanjang tiga bulan pertama 2020 turun, salah satunya penyebabnya adalah penutupan seluruh wahana rekreasi ditutup sejak 14 Maret 2020
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 12 Mei 2020  |  12:39 WIB
Petugas pintu masuk kawasan wisata Ancol tengah menggunakan hand sanitezer sebagai upaya pencegahan virus corona, Rabu (4/3/2020). Selain di area pintu masuk, hand sanitezer juga disediakan di sejumlah titik area wisata. - istimewa
Petugas pintu masuk kawasan wisata Ancol tengah menggunakan hand sanitezer sebagai upaya pencegahan virus corona, Rabu (4/3/2020). Selain di area pintu masuk, hand sanitezer juga disediakan di sejumlah titik area wisata. - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA –  PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, pengelola Taman Impian Jaya Ancol menderita kerugian sebesar Rp10,37 miliar pada kuartal I/2020.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, kinerja profitabilitas pada kuartal I/2020 berbanding terbalik bila dibandingkan dengan kuartal I/2020 yang masih mencetak laba Rp10,11 miliar. Kerugian yang diderita Jaya Ancol membuat posisi laba per saham pada 2019 sebesar Rp6 berbalik menjadi rugi per saham Rp6.

Secara umum, emiten bersandi saham PJAA itu membukukan pendapatan Rp218,82 miliar dalam tiga bulan pertama 2020, turun 18 persen secara tahunan. Penurunan disebabkan oleh jumlah pendapatan tiket yang lebih rendah 21 persen dibandingkan dengan tahun lalu.

Selain itu, segmen real estate kuartal kemarin tidak membukukan pendapatan sedangkan pada kuartal I/2019 masih mencetak pendapatan hampir Rp1 miliar.  Adapun pendapatan hotel dan restoran mencapai Rp17,52 miliar dan pendapatan usaha lainnya Rp51,24 miliar.

Di sisi lain, beban pokok pengelola Dunia Fantasi (Dufan) itu cenderung stagnan dengan torehan Rp140,80 miliar sedangkan tahun sebelumnya Rp146,32 miliar. 

Beban umum juga masih berada di posisi Rp59 miliar. Pos penghasilan bunga mengalami penurunan 42,24 persen dari posisi Rp6,25 miliar menjadi Rp3,61 miliar.

Head of Secretary Pembangunan Jaya Ancol Agung Praptono mengatakan manajemen telah menutup sementara seluruh unit rekreasi, resor dan restoran yang berada di kawasan Taman Impian Jaya Ancol. Tak ayal, pendapatan tiket Jaya Ancol berkurang.

“Saat ini perusahaan masih menghitung dampak kerugian akibat penutupan segmen rekreasi terkait wabah Covid-19. Beberapa rencana proyek inovasi dan renovasi akan dilakukan evaluasi pekerjaan berdasarkan skala prioritas sehingga nantinya akan terdapat adjustment atas belanja modal Perseroan,” ujarnya, Selasa (12/5/2020).

Sebagaimana diketahui Taman Impian Jaya Ancol telah menghentikan operasi mulai 14 Maret 2020 sampai batas waktu yang akan diinformasikan lebih lanjut. Dengan kata lain, perseroan sudah genap menghentikan operasi selama hampir dua bulan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pembangunan jaya ancol ancol covid-19
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top