Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Optimisme Pemangkasan Pasokan Membaik, Brent Kembali ke Level US$30

Harga minyak mentah terus pulih dari penurunan jama bulan lalu karena pengurangan produksi mulai mengurangi kelebihan pasokan global, setelah sejumlah negara mulai melonggarkan pembatasan yang diterapkan untuk membatasi penyebaran virus corona.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 06 Mei 2020  |  06:40 WIB
Kilang Minyak - Bloomberg
Kilang Minyak - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak mentah terus pulih dari penurunan jama bulan lalu karena pengurangan produksi mulai mengurangi kelebihan pasokan global, setelah sejumlah negara mulai melonggarkan pembatasan yang diterapkan untuk membatasi penyebaran virus corona.

Berfasarkan data Bloomberg, harga minyak West Texas Intermediate untuk kontrak Juni ditutup menguat 20 persen pada perdagangan Selasa (5/5/2020) ke level US$24,56 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, harga minyak Bre untuk kontrak pengiriman Juli ditutup menguat US$3,77 ke level US$30,97 per barel di ICE Futures Exchange.

Ketika para produsen yang tergabung dalam aliansi OPEC+ mulai memangkas produksi sebagai bagian dari perjanjian, para pengebor minyak Amerika Serikat mulai menutup produksi di Permian Basin.

Diamondback Energy Inc., Parsley Energy Inc., dan Centennial Resource Development Inc. pada hari Senin menjadi produsen di ladang minyak shale terbesar di Negeri Paman Sam yang mengatakan mereka melakukan panggilan balik.

"Masalah utama adalah masih adanya kekhawatiran akan krisis penyimpanan, dan ada juga antisipasi bahwa produksi akan mulai turun cukup cepat," kata Bill O'Grady, kepala analis pasar di Confluence Investment Management LLC, seperti dikutip Bloomberg.

Minyak mentah AS telah melonjak lebih dari dua kali lipat dari level kisaran US$10 per barel pekan lalu. Perbedaan harga minyak mentah untuk pengiriman Juni terhadap Juli, yang dikenal sebagai contango, berada di level terendah dalam lebih dari satu bulan terakhir, yang menunjukkan bahwa kekhawatiran tentang kelebihan pasokan akan berkurang.

Penguatan sedikit mereda setelah American Petroleum Institute melaporkan bahwa cadangan minyak mentah AS naik 8,44 juta barel pekan lalu lebih rendah dibandingkan dengan 9,98 juta barel pekan sebelumnya. Persediaan di Cushing, Oklahoma, naik 2,68 juta barel.

Morgan Stanley mengatakan kelebihan pasokan mungkin telah mencapai puncaknya, meskipun masih akan tetap bertahan selama beberapa pekan ke depan.

Sementara itu, penurunan konsumsi bahan bakar yang disebabkan oleh penyebaran virus corona diperkirakan mencapai titik terendah di beberapa pasar, yang mendorong respons Presiden AS Donald Trump.

"Harga minyak bergerak naik dengan baik ketika permintaan dimulai lagi!" ungkap Trump di media sosial Twitter.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga minyak mentah Virus Corona Donald Trump
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top